Cherreads

Chapter 3 - Bab 3: Hierarki Semut dan Logam Fana

Metropolis di pagi hari adalah sebuah mesin raksasa yang tidak punya jiwa. Di bawah langit yang tertutup kabut polusi kelabu, Ling Feng berdiri di depan gerbang utama kediaman Keluarga Ling. Kompleks bangunan bergaya klasik Eropa ini nampak angkuh, dikelilingi pagar besi hitam yang ujungnya setajam tombak. Bagi masyarakat kota ini, gerbang ini adalah simbol kekuasaan dan harta yang tak tersentuh. Bagi Ling Feng, ini hanyalah pintu kandang babi yang sudah terlalu lama tidak dibersihkan.

Ia merasakan detak jantungnya—lambat, kuat, dan berwibawa. Berkat Pemurnian Sumsum Tahap 9 yang ia capai semalam, setiap tetes darah yang mengalir di nadinya kini terasa lebih panas, membawa saripati energi yang ia kumpulkan dari sisa-sisa hawa murni pegunungan. Meskipun tubuhnya nampak ramping dalam balutan kemeja hitam, namun berat jenis tulangnya kini tiga kali lipat lebih padat dari manusia biasa.

"Berhenti di sana! Siapa kau?!" teriak seorang penjaga dari balik gerbang.

Dua orang pria berseragam hitam melangkah maju. Mereka adalah praktisi Kelas Perunggu Tahap 5. Di mata orang awam, mereka adalah monster yang bisa mematahkan leher sapi dengan satu tangan. Namun, Ling Feng tidak berhenti. Ia terus melangkah, sepatunya mengetuk aspal dengan bunyi yang anehnya terdengar seperti suara genderang perang di telinga para penjaga itu.

"Kelas Perunggu..." batin Ling Feng dengan rasa muak yang dingin. "Dunia ini benar-benar telah jatuh. Mereka baru saja berhasil mengeraskan sedikit lapisan kulit luar dengan latihan fisik kasar, lalu dengan sombong menamai tingkatan mereka dengan logam fana. Mereka menyebutnya Perunggu? Di duniaku, ini bahkan belum layak disebut sebagai Tahap Penguatan Tubuh."

"Aku bilang berhenti!" Salah satu penjaga menarik tongkat listriknya dan mengayunkannya ke arah pundak Ling Feng.

Ling Feng bahkan tidak menoleh. Ia hanya melepaskan sedikit Hawa Membunuh yang ia simpan di dalam sumsum tulangnya. Udara di sekitar kedua penjaga itu mendadak terasa membeku. Oksigen seolah-olah lenyap dari paru-paru mereka. Sebelum tongkat itu menyentuh kulitnya, kedua penjaga itu jatuh berlutut, wajah mereka membiru, dan mata mereka membelalak karena ketakutan primordial yang tak bisa dijelaskan.

Ling Feng melangkah melewati mereka seolah-olah mereka hanya butiran debu. Dengan satu sentuhan ringan pada gerbang besi yang terkunci, gembok baja raksasa itu hancur menjadi serpihan kecil—bukan karena dipaksa, tapi karena struktur molekulnya telah diurai oleh getaran Qi Murni milik sang Kaisar.

Di dalam aula utama, suasana sedang sangat riuh. Para tetua Keluarga Ling sedang merayakan "pencapaian" besar mereka. Ling Tian, sepupu Ling Feng yang berwajah licik namun tampan, duduk di tengah ruangan. Di tangannya terdapat sebuah tabung reaksi berisi cairan perak yang berpendar redup—Serum Silver-Core dari korporasi Bio-Gene.

"Dengan serum ini, aku telah resmi menembus Kelas Perak Tahap 1! Aku adalah jenius pertama di keluarga kita yang mencapai level ini di usia dua puluh lima tahun!" Ling Tian tertawa angkuh, memamerkan aura perak tipis yang keluar dari pori-pori kulitnya.

Namun, tawanya terhenti seketika saat pintu aula utama meledak menjadi debu halus. Ling Feng masuk dengan tangan di saku, tatapannya datar, menembus setiap orang di ruangan itu seolah-olah mereka adalah benda mati.

"Ling... Ling Feng?! Kau sampah, bagaimana kau bisa berdiri di sini?!" Ling Tian berdiri, kemarahan dan rasa tidak percaya terpancar dari matanya yang mulai berwarna biru gelap akibat reaksi kimia serum.

"Sampah?" Ling Feng berhenti tepat di tengah aula. Ia menatap aura perak di tubuh sepupunya dengan tatapan yang lebih hina daripada saat menatap kotoran di jalanan. "Kau menghancurkan masa depanmu dengan menyuntikkan racun kimia hanya untuk mencapai tingkatan palsu ini, dan kau menyebutku sampah?"

"Tutup mulutmu! Aku adalah Kelas Perak! Aku bisa menghancurkanmu hanya dengan satu jari!" Ling Tian meraung, ia melesat maju. Pukulannya membawa hawa panas yang menghanguskan udara di sekitarnya.

Ling Feng tetap diam. Saat tinju Ling Tian tinggal satu inci dari wajahnya, Ling Feng hanya mengangkat tangan kirinya dengan gerakan yang sangat lambat, namun entah bagaimana, tinju Ling Tian seolah-olah terhisap dan tertahan tepat di telapak tangan Ling Feng.

KLING!

Suara getaran logam bergema di seluruh ruangan. Seluruh kaca jendela di aula itu pecah seketika. Ling Tian mematung, matanya membelalak. Ia merasa seolah-olah pukulannya menghantam gunung baja yang tak tergoyahkan.

"Kau ingin tahu seberapa kecil dunia yang kau banggakan ini, Sepupu?" suara Ling Feng terdengar seperti bisikan iblis di telinga Ling Tian.

Ling Feng mulai berbicara, suaranya mengandung otoritas yang membuat para tetua di sana merasa kaki mereka lemas:

* Kelas Perunggu: Tingkatan yang kalian puja ini hanyalah Tahap Penguatan Kulit. Kalian hanya melatih daging luar tanpa menyentuh esensi energi. Bagiku, kalian tidak lebih kuat dari bejana tanah liat yang gampang pecah.

* Kelas Perak: Seperti dirimu, ini adalah Tahap Nadi Cacat. Kalian memaksa energi masuk dengan cara yang salah, membuat nadi kalian meradang. Kalian merasa kuat karena bisa melepaskan hawa energi, padahal setiap kali kalian bertarung, umur kalian sedang dikuras habis oleh racun kimia itu.

* Kelas Emas: Sosok yang kalian anggap sebagai puncak dewa. Bagiku, itu hanyalah Tahap Dantian Palsu. Mereka memiliki simpanan energi yang banyak, tapi tanpa pondasi jiwa yang kokoh, wadah itu akan hancur hanya dengan satu tekanan mental dariku.

* Kelas Raja: Kalian menyebutnya legenda, tapi di duniaku, itu barulah Pintu Masuk untuk disebut sebagai praktisi sejati. Seorang Raja harus bisa membelah samudera, bukan hanya menahan peluru senapan.

"Dan aku..." Ling Feng menekan telapak tangannya sedikit lebih keras ke tinju Ling Tian. "Saat ini aku baru berada di Tingkat 1: Pemurnian Sumsum Tahap 9. Secara angka, aku baru di tangga pertama. Tapi karena ini adalah metode Langit, satu tetes darahku jauh lebih berharga daripada seluruh lautan energi kotor di tubuhmu."

KRAKKK!

Lengan Ling Tian patah menjadi beberapa bagian. Bukan karena pukulan fisik, tapi karena Qi milik Ling Feng yang sangat padat merambat masuk ke dalam nadi Ling Tian dan menghancurkannya dari dalam. Ling Tian terlempar sejauh sepuluh meter, menghantam pilar aula hingga retak, dan jatuh pingsan dengan mulut mengeluarkan busa berwarna hitam kimia.

Ling Feng menyapu pandangannya ke seluruh ruangan. Para tetua Keluarga Ling sekarang bersujud, tidak berani menatap mata pemuda yang mereka anggap sampah itu.

"Ingatlah hari ini," ucap Ling Feng dingin. "Logam kalian tidak punya nilai di hadapanku. Aku butuh sumber daya untuk menembus Tingkat 2: Pembersihan Darah. Berikan semua informasi yang kalian punya tentang Bio-Gene, atau aku akan memastikan Keluarga Ling hilang dari sejarah Metropolis malam ini juga."

Ia duduk di kursi utama yang seharusnya milik kepala keluarga, menatap cakrawala dari balik pintu yang hancur. Ia baru saja memulai. Peta kekuatan sudah digelar, dan dunia ini akan segera tahu bahwa seekor naga tidak akan pernah bisa diukur dengan standar semut.

More Chapters