Metropolis di bawah naungan Bio-Gene bukan lagi sekadar kota; ia adalah sebuah mesin raksasa yang bernapas melalui kabel serat optik dan sirkuit energi. Namun, bagi Lin Jian, kota ini sedang sakit. Di sebuah apartemen kumuh di Distrik Kumuh, yang tersembunyi di balik tumpukan monitor tabung tua dan server ilegal yang mendengung panas, Lin Jian menatap layar monitornya dengan napas tertahan. Ia adalah seorang pria berumur dua puluh empat tahun dengan mata yang selalu merah dan jari-jari yang pecah-pecah karena terlalu sering menyentuh tegangan listrik tinggi.
"Sesuatu yang besar baru saja terjadi," bisik Lin Jian pada kesunyian ruangannya.
Di layarnya, sebuah grafik frekuensi magnetik dari seluruh penjuru Metropolis sedang menari-nari gila. Puncaknya terjadi tepat saat insiden di Balai Kota—saat Ling Feng menangkap peluru sniper itu. Namun, yang membuat Lin Jian gemetar bukan soal pelurunya, tapi soal bagaimana energi magnetik di seluruh distrik seolah-olah ditekuk, diputar, dan dipaksa tunduk pada satu titik koordinat: Villa Nomor Sembilan.
Lin Jian bukan praktisi bela diri yang mengandalkan otot. Dia adalah seorang buangan dari Divisi Riset Bio-Gene. Dia adalah seorang Master Array (Ahli Formasi)—individu langka yang memahami bahwa dunia ini tidak hanya dibangun oleh materi, tapi oleh pola-pola energi yang saling berpaut. Di dunia persilatan modern yang mulai bersinggungan dengan teknologi, Master Array memiliki hierarki suci yang menentukan martabat mereka:
* Penata Pola (Pattern Arranger): Tingkat di mana seseorang baru bisa melihat sirkuit energi alami. Mereka hanya bisa mengatur benda-benda fisik seperti batu giok, emas, atau kayu cendana untuk menciptakan aliran Qi yang sangat tipis. Biasanya hanya digunakan untuk memurnikan udara rumah atau membuat 'pagar gaib' yang hanya bisa menakuti pencuri kelas teri.
* Ahli Diagram (Diagram Master): Level di mana teknologi mulai masuk. Lin Jian berada di puncak tingkatan ini. Mereka bisa menggambar sirkuit energi kompleks di atas papan sirkuit silikon atau menggunakan darah praktisi sebagai konduktor. Seorang Ahli Diagram adalah jantung dari sistem keamanan korporasi seperti Bio-Gene. Tanpa mereka, bangunan semahal apa pun hanyalah tumpukan beton yang mudah ditembus.
* Penguasa Medan (Field Controller): Sosok langka yang sudah mulai melepaskan ketergantungan pada alat fisik. Mereka bisa memanipulasi energi satu ruangan besar hanya dengan frekuensi suara atau jentikan jari. Seorang Penguasa Medan bisa mengubah sebuah aula pesta menjadi ruang hampa udara atau labirin halusinasi dalam sekejap mata. Keberadaan mereka adalah ancaman bagi pasukan militer sekalipun.
* Arsitek Langit (Heavenly Architect): Gelar yang dianggap sebagai mitos atau dongeng kuno. Seseorang yang mampu mengubah hukum alam di satu wilayah luas—menciptakan hujan di tengah padang pasir atau membuat satu kota menjadi zona terlarang bagi teknologi elektronik. Di Bumi, level ini dianggap sebagai tingkat 'Dewa' dalam dunia formasi.
Lin Jian menelan ludah. Grafik yang ia tangkap dari Villa Nomor Sembilan menunjukkan pola yang melampaui gelar Arsitek Langit. Itu bukan lagi sekadar memanipulasi energi; itu adalah penciptaan hukum baru.
"Siapa pun yang tinggal di sana... dia tidak sedang bermain dengan Array. Dia sedang memerintah dunia," gumam Lin Jian. Ia merasa tertantang. Sebagai seorang jenius yang dibuang, ego intelektualnya bangkit. Ia segera menghubungkan satelit rahasia yang ia retas bulan lalu, mencoba melakukan "Deep Scan" ke arah Villa Nomor Sembilan menggunakan gelombang mikro frekuensi tinggi.
Namun, di detik sensor satelit itu menyentuh batas udara Villa tersebut, monitor Lin Jian mendadak memancarkan cahaya ungu yang menyakitkan mata. Suara dengungan frekuensi rendah yang sangat berat muncul, membuat seluruh server di apartemennya bergetar hingga baut-bautnya terlepas.
Di tengah kegelapan monitor yang mati, sebuah gambar muncul secara perlahan. Bukan gambar satelit, melainkan sepasang mata emas yang sangat tajam, menatap langsung ke arah Lin Jian dari balik layar yang retak.
"Kau ingin mengintip keagunganku dengan alat mainan ini, semut kecil?"
Suara itu meledak di dalam kepala Lin Jian, bukan di speaker. Tekanan mentalnya begitu kuat hingga Lin Jian memuntahkan setetes darah dari hidungnya.
BOOM!
Seluruh perangkat elektronik di apartemen itu meledak dalam waktu bersamaan. Ledakan itu begitu presisi—ia menghancurkan sirkuit, tapi tidak membakar ruangan. Serpihan kaca monitor yang tajam terbang ke arah wajah Lin Jian, namun anehnya, mereka berhenti di udara hanya beberapa milimeter dari kulitnya. Pecahan-pecahan kaca itu berputar, menyusun diri menjadi deretan huruf emas yang membakar lantai kayu:
"DATANGLAH KE GERBANGKU SEBELUM MATAHARI TERBIT, ATAU KAU AKAN SELAMANYA BUTA TERHADAP KEBENARAN."
Fajar menyingsing di Metropolis saat Lin Jian berdiri di depan gerbang Villa Nomor Sembilan. Tubuhnya gemetar, wajahnya pucat karena tidak tidur, namun matanya dipenuhi oleh rasa haus akan ilmu yang luar biasa. Baginya, mati di tangan seorang master sejati jauh lebih baik daripada hidup sebagai hacker sampah.
Di matanya yang sudah terlatih melihat aliran energi, villa ini tidak nampak seperti rumah mewah. Ia nampak seperti sebuah matahari yang jatuh ke bumi. Garis-garis emas berputar di tanah, naik ke pilar bangunan, dan membentuk kubah transparan yang menolak semua sinyal radio dan satelit dari luar.
"Masuklah," suara itu bergema lagi.
Gerbang terbuka tanpa suara. Lin Jian melangkah masuk, melewati taman yang setiap helai rumputnya nampak memancarkan energi murni. Di teras, Ling Feng sedang duduk dengan tenang. Di depannya ada sebuah cangkir teh yang masih mengepul, dan di sampingnya, gagang pedang hitam yang ia ambil dari Bio-Gene diletakkan dengan santai.
Gagang pedang itu tidak bergerak, namun Lin Jian bisa melihat ada ribuan sirkuit energi kuno yang mengalir dari pedang itu menuju ke tanah, menjadi jantung dari seluruh sistem pertahanan villa ini.
BRUK!
Lin Jian tidak sanggup lagi berdiri. Tekanan dari keberadaan Ling Feng membuatnya langsung bersujud, dahinya membentur ubin teras. "Tuan... hamba... hamba Lin Jian... Ahli Diagram kecil yang sombong. Hamba mohon ampun atas kelancangan hamba semalam!"
Ling Feng menyesap tehnya, matanya menatap ke arah langit yang mulai memerah. "Kau menyebut tingkatan itu sebagai puncak dunia, Lin Jian? Arsitek Langit? Penguasa Medan?"
Ling Feng tertawa kecil, tawa yang membuat nyali Lin Jian menciut. "Bagiku, tingkatan yang kalian puja itu hanyalah permainan anak kecil yang sedang menyusun balok kayu. Sebuah Array yang sejati tidak membutuhkan media, tidak membutuhkan darah, bahkan tidak membutuhkan energi dari dunia yang kotor ini. Array sejati... adalah kehendak yang menjadi nyata."
Ling Feng mengangkat satu jarinya. Tiba-tiba, seekor burung yang sedang terbang di atas taman berhenti mendadak di udara. Ia tidak jatuh, ia tidak bergerak. Waktu dan ruang di sekitar burung itu benar-benar terkunci.
"Aku adalah pemilik hukum. Jika aku berkata udara ini adalah pedang, maka ia akan memenggalmu tanpa kau sadari," ucap Ling Feng dingin. "Lin Jian, kau punya bakat yang menarik. Kau mengerti bagaimana sirkuit energi bekerja dalam benda mati. Dunia ini sedang menuju ke arah mekanisasi energi, dan aku butuh seseorang yang bisa mengelola 'sampah teknologi' manusia untuk kepentingan sekteku."
Ling Feng melemparkan selembar kertas kosong ke depan Lin Jian. Saat kertas itu menyentuh tangan Lin Jian, sebuah informasi raksasa meledak di kepalanya. Itu adalah teknik [Pola Dasar Sembilan Bintang], sebuah dasar ilmu formasi dari Alam Atas yang tingkatannya ribuan tahun di depan pengetahuan Bio-Gene.
"Ujian pertamamu," ucap Ling Feng sambil berdiri. "Gunakan otakmu untuk menggabungkan energi listrik dari gardu induk Metropolis dengan Array ini. Aku ingin villa ini tidak hanya tidak terlihat oleh satelit, tapi aku ingin siapa pun yang mencoba memindai tempat ini dengan radar, sirkuit di otak mereka akan ikut terpanggang. Kau punya waktu sampai matahari tenggelam."
Lin Jian gemetar hebat saat membaca pola energi di dalam kepalanya. Ini adalah sesuatu yang bisa menghancurkan seluruh sistem pertahanan negara jika disalahgunakan.
"Hamba... hamba akan mengerahkan seluruh jiwa hamba, Tuan!"
Ling Feng berjalan masuk ke dalam villa, meninggalkan Lin Jian yang mulai bekerja dengan gila di tengah taman. Ling Feng tahu, untuk menghancurkan Bio-Gene secara total, ia tidak bisa hanya menggunakan pedang. Ia harus menguasai setiap aspek dunia ini—fisik, teknologi, dan hukum alam. Dan Lin Jian adalah bidak catur pertamanya untuk menguasai teknologi manusia.
Malam itu, di bawah bimbingan rahasia sang Kaisar, lahirlah Master Array paling berbahaya dalam sejarah Bumi.
