Cherreads

Chapter 175 - BAB 166:MENGHILANGNYA QIN TIANYANG

Kemenangan itu tidak terasa seperti kemenangan. Saat debu dari Void Burial mengendap, yang tersisa hanyalah tanah yang menghitam dan sunyi yang mematikan. Ribuan nyawa pasukan Utara telah lenyap, tersedot ke dalam pusaran energi yang kini bersemayam di dalam tubuh Qin Tianyang.

​ Harga dari Kekuatan Terlarang

​Li Sheng jatuh terduduk, kecapi peraknya terlepas dari genggaman. Jemarinya hancur, dagingnya robek hingga memperlihatkan tulang putih di balik balutan darah yang mulai membeku.

Namun, rasa sakit di tangannya tidak sebanding dengan kengerian yang ia lihat di depan matanya.

​Tianyang berdiri mematung di tengah kawah. Kulitnya yang dulu bersih kini dipenuhi gurat-gurat hitam yang berdenyut seperti pembuluh darah iblis. Mata merahnya menatap kosong ke arah langit yang kelabu, sementara energi hitam pekat terus menguar dari tubuhnya, menghanguskan tanah di bawah kakinya.

​"Tianyang..." bisik Li Sheng dengan suara pecah.

​Ia merangkak di atas salju yang bercampur darah, mengabaikan rasa sakit yang menghujam sendi-sendinya.

Saat ia menyentuh kaki putranya, ia merasakan hawa dingin yang bukan berasal dari salju, melainkan dinginnya kematian yang murni.

​"Master Lin!" Li Sheng mendongak, matanya yang basah oleh air mata menatap Lin Feng dengan penuh keputusasaan. "Apa yang telah kau lakukan padanya? Ini bukan anakku! Kembalikan Tianyang-ku yang dulu!"

​Penyesalan Sang Ibu Ratapan di Atas Puing

​Li Sheng mencengkeram jubah Lin Feng dengan tangan yang gemetar. "Dulu aku memintamu melatihnya agar dia bisa bertahan hidup, agar dia tidak tertindas... tapi bukan untuk menjadi monster seperti ini! Aku lebih suka dia menjadi rakyat jelata yang lemah namun memiliki jiwa, daripada menjadi penguasa yang memakan nyawa manusia!"

​Penyesalannya begitu dalam hingga ia meraung, sebuah suara yang lebih menyakitkan daripada dentingan pedang mana pun. Ia menyadari bahwa dalam ambisinya melihat putranya kuat, ia telah membiarkan pintu neraka terbuka.

​Lin Feng berdiri tak tergoyahkan, namun matanya memancarkan kerumitan yang mendalam. "Sistem telah berevolusi di luar kendaliku sejak Fang Yuan muncul, Li Sheng. Kekuatan ini... adalah satu-satunya alasan kita semua masih bernapas sekarang."

​"Aku tidak peduli dengan sistemmu!" teriak Li Sheng. "Hentikan ini! Ambil kembali kekuatan terkutuk itu dan berikan aku anakku kembali!"

​Dunia yang Ketakutan Perburuan Sekte Iblis Dimulai

​Sementara drama emosional terjadi di puncak gunung, berita tentang pembantaian di Lembah Refleksi menyebar seperti api yang disiram minyak.

Menggunakan artefak komunikasi jarak jauh, para mata-mata dari berbagai klan besar menyaksikan bagaimana Raja Vajra Utara diringkas menjadi energi murni oleh seorang pemuda bermata merah.

​Di Aula Aliansi Langit (Wilayah Pusat)

Para pemimpin dari tujuh klan suci berkumpul. Wajah mereka pucat pasi melihat rekaman proyeksi spiritual tersebut.

​"Itu bukan teknik manusia," ucap Tetua Agung Klan Pedang Suci. "Itu adalah Seni Pelahap Jiwa yang paling beringas. Jika kita membiarkan mereka tumbuh, seluruh dunia kultivasi hanya akan menjadi makanan bagi mereka."

​"Keluarkan maklumat!" perintah pemimpin Aliansi. "Labeli Lin Feng dan murid-muridnya sebagai 'Bencana Tingkat Surga'. Siapa pun yang membunuh mereka akan mendapatkan gelar Dewa Perang dan akses ke Perpustakaan Langit. Kerahkan seluruh pasukan. Jangan biarkan monster itu meninggalkan gunung!"

​Tianyang tiba-tiba mengerang. Tubuhnya mulai melakukan [Pemurnian Mutan] secara otomatis.

​Tulang punggung Tianyang menonjol keluar, membentuk duri-duri hitam tajam yang berfungsi sebagai antena penyerap Qi dari atmosfer.

​Beringasnya Kekuatan Ia tidak lagi butuh bermeditasi. Hanya dengan berdiri, ia menghisap kehidupan dari tanaman dan serangga di radius satu mil. Pohon-pohon di sekitar mereka mendadak layu dan menjadi debu.

​Mo Li dan Jian Wushuang mendekat, namun mereka pun tampak berbeda. Wajah mereka dingin, emosi mereka seolah-olah telah terkikis oleh fitur "Ekstraksi Jiwa". Mereka berdiri di belakang Tianyang seperti jenderal hantu yang siap menghancurkan dunia.

​"Lin Feng," Li Sheng memohon, suaranya kini hanya berupa bisikan lemas. "Tolong... jika kau masih memiliki kemanusiaan, selamatkan dia dari dirinya sendiri."

​Lin Feng menatap jendela sistem yang berkedip merah:

[MISI BARU: Bertahan dari Kepungan Aliansi Langit (0/50.000 Prajurit Elit)]

[HADIAH: Evolusi Dantian Hitam Tahap Akhir]

​Lin Feng mengepalkan tangannya. "Li Sheng, untuk mengembalikannya, aku harus menghancurkan sistem ini dari dalam. Tapi sebelum itu, kita harus bertahan dari dunia yang kini menganggap kita sebagai iblis."

​ Lin Feng mencoba teknik segel terlarang untuk menekan Dantian hitam Tianyang, namun risikonya adalah kehilangan seluruh kultivasi Tianyang selamanya.

​Serangan Pertama Aliansi Puluhan ribu kultivator dari tujuh klan tiba di kaki gunung, menggunakan formasi "Penyegel Iblis Matahari" yang sangat menyakitkan bagi mutasi Tianyang.

​Pelarian Li Sheng Li Sheng mencoba membawa Tianyang pergi secara rahasia untuk menemui seorang tabib kuno yang legendaris, mengkhianati instruksi Lin Feng.

Lembah Refleksi kini menjadi medan perang, melarutkan kawah keputusasaan. Lin Feng menatap layar sistem yang berkedip merah sebuah peringatan bahwa gelombang pertama dari Aliansi Langit telah memasuki radius tempur.

​Formasi Matahari dan Air Mata Sang Ibu adalah jalan keluar.

​Di kaki gunung, pemandangan luar biasa terjadi. Sepuluh ribu kultivator berbaju putih dari Klan Matahari Suci membentuk formasi melingkar.

Mereka mengangkat cermin-cermin emas ke arah langit, memantulkan cahaya fajar menjadi pilar api raksasa yang membakar awan kelabu.

​Teknik Aliansi "Penyegel Iblis Matahari" (The Solar Purge)

​Detail Serangan Pilar cahaya itu menghantam puncak gunung dengan suhu jutaan derajat. Salju menguap instan, dan bebatuan berubah menjadi lava cair.

Cahaya ini dirancang khusus untuk membakar energi kegelapan dan void.

​Dampak pada Tianyang Tianyang meraung kesakitan. Garis-garis hitam di kulitnya terbakar dan mengeluarkan asap ungu yang berbau amis.

Fitur [Devourer of the Void] miliknya mencoba menelan cahaya itu, namun jumlah energinya terlalu masif, membuat tubuhnya mulai retak seperti porselen yang dipanaskan.

​Li Sheng, melihat putranya terbakar hidup-hidup, tidak lagi peduli pada keselamatannya sendiri. Ia menyeret tubuhnya yang hancur, memeluk kaki Tianyang yang panas membara.

​"Hentikan... kumohon hentikan!" ratap Li Sheng. Air matanya menguap sebelum sempat jatuh ke pipi. Ia menoleh ke arah Lin Feng, matanya penuh kebencian dan permohonan yang hancur. "Lihat apa yang kau lakukan! Kau bilang ini satu-satunya cara kita bernapas, tapi lihat dia! Dia terbakar karena kekuatan yang kau berikan!"

​"Master Lin, demi semua dewa yang kau sembah... jika kau tidak bisa mengembalikannya, bunuh dia sekarang! Jangan biarkan dia tersiksa seperti ini!"

​Di tengah kekacauan serangan cahaya matahari, Li Sheng melihat celah. Lin Feng sedang sibuk menahan tekanan pilar cahaya dengan penghalang energinya sendiri. Menggunakan sisa-sisa tenaga jiwanya, Li Sheng mengaktifkan sebuah pusaka kuno pemberian mendiang suaminya: "Syal Sutra Pemindah Ruang".

​"Tianyang... ikut Ibu," bisik Li Sheng.

​Pengkhianatan ini di lakukan Li Sheng menyuntikkan jarum penenang ke titik syaraf di belakang leher Tianyang yang sedang melemah.

Saat tubuh Tianyang lunglai, Li Sheng membungkus mereka berdua dengan syal sutra tersebut.

​Pelarian tak tahu arah dan tujuan. Dalam kilatan cahaya perak yang redup, mereka menghilang dari puncak gunung, tepat sebelum pilar cahaya matahari menghancurkan posisi mereka sepenuhnya.

​Li Sheng membawa Tianyang menembus dimensi menuju sebuah lembah tersembunyi yang dikenal sebagai Lembah Tabib Sunyi, tempat tinggal seorang petapa yang konon bisa memisahkan jiwa dari raga. Ia lebih memilih anaknya kehilangan seluruh kultivasinya dan menjadi cacat seumur hidup, daripada melihatnya menjadi senjata pemusnah milik sistem Lin Feng.

​Murid Elit yang lain mulai terlihat Menggila, Perburuan Tanpa Tuan

​Lin Feng berdiri sendirian di puncak yang kini hancur lebur. Ia menatap tempat di mana Li Sheng dan Tianyang tadi berada. Namun, ia tidak sempat mengejar.

​Mo Li dan Jian Wushuang kini telah kehilangan kendali karena "jangkar" emosional mereka Tianyang telah hilang. Tanpa perintah, mereka melompat turun dari puncak gunung menuju sepuluh ribu pasukan Aliansi Langit di bawah.

​ Mo Li – [Beringasnya Kehampaan]

Ia mendarat di tengah formasi musuh seperti meteor. Dengan fitur [Ekstraksi Jiwa] yang aktif otomatis, ia tidak lagi memukul satu per satu. Ia merentangkan tangannya, dan setiap prajurit yang menyentuh bayangannya langsung tersedot sumsum tulangnya secara hidup-hidup.

​Jian Wushuang – [Seni Tebasan Atom]

Setiap ayunan pedangnya kini membelah udara hingga menciptakan ledakan nuklir kecil (fisi udara).

Ia bergerak begitu cepat hingga ia tampak seperti ribuan hantu yang menebas leher musuh secara bersamaan.

​Notifikasi Sistem Lin Feng:

[PERINGATAN: Karakter Utama (Qin Tianyang) Hilang dari Jangkauan!]

[Sistem Memasuki Mode Berserk: Mengaktifkan Opsi Pengorbanan Murid...]

Lin Feng harus membasmi sepuluh ribu pasukan sendirian untuk bisa menyusul Li Sheng dan Tianyang sebelum sistem "menghapus" keberadaan mereka.

​Ritual Tabib Sunyi Di lembah tersembunyi, Tabib Sunyi mulai membedah Dantian hitam Tianyang, sebuah proses yang melibatkan rasa sakit yang tak terbayangkan dan teriakan yang mengguncang pegunungan.

​Tianyang Terbangun Tianyang terbangun di tengah ritual, kehilangan ingatan tentang ibunya, dan melihat Li Sheng sebagai musuh yang mencoba mencuri kekuatannya.

More Chapters