Udara di Lembah Refleksi kini bukan lagi sekadar dingin, melainkan telah berubah menjadi medan tempur molekuler yang beringas. Kehadiran Fang Yuan yang berdiri dengan jubah hitamnya yang tak bergerak seolah menjadi poros kegelapan di tengah kekacauan.
Pendalaman teknik Qin Tianyang dalam menghadapi ujian mematikan ini.
Integrasi Terlarang – Manifestasi Tubuh Hampa
Tianyang memegang belati es gelap yang diberikan Fang Yuan.
Belati itu tidak hanya dingin; ia terasa seperti lubang hitam yang menghisap Qi dari lengannya. Di depannya, Gorgos membunyikan Lonceng Pemecah Langit untuk kedua kalinya.
Gelombang destruktif kali ini berbentuk cakram raksasa yang membelah gunung.
Detail Teknik Transendensi Frekuensi Kedelapan
Tianyang tidak sekadar menggunakan "Tubuh Tanpa Wujud". Ia memacu Dantian-nya hingga berputar pada arah yang berlawanan.
Proses Mikroskopis Pembuluh darah di sekujur tubuh Tianyang menegang dan memancarkan cahaya keemasan yang redup.
Ia membelah kesadarannya menjadi dua satu untuk mempertahankan ritme jantung yang sinkron dengan melodi kecapi ibunya, dan satu lagi untuk merasakan pola getaran serangan Gorgos.
Momen Benturan Saat cakram energi itu menghantamnya, tubuh Tianyang tampak seperti televisi yang kehilangan sinyal ia bergetar hebat hingga menjadi transparan.
Serangan itu lewat begitu saja, namun kali ini Tianyang melakukan hal yang lebih beringas. Ia mengulurkan tangan dan "menangkap" ekor energi cakram tersebut saat melewatinya.
"Sekarang!" desis Lin Feng.
Tianyang menggabungkan belati pemberian Fang Yuan dengan sisa energi cakram Gorgos. Hasilnya adalah sebuah ledakan energi hibrida yang tidak stabil di telapak tangannya.
Dengan satu gerakan Spatial Displacement, ia muncul tepat di depan wajah Gorgos yang terbelalak.
Kekejaman Murid Elit kini Seni Pembantaian Tanpa Jejak makin melaju.
Di lereng bawah, pertempuran telah berubah menjadi ladang jagal yang artistik namun mengerikan.
Mo Li – Teknik "Pecah Sumsum" (The Marrow Eruption)
Mo Li tidak lagi menggunakan tinju terbuka. Ia menggunakan ujung jarinya untuk menusuk titik-titik meridian serigala es.
Saat jarinya menyentuh target, ia menyuntikkan Qi yang telah dikompresi hingga seukuran jarum. Begitu berada di dalam sumsum tulang musuh, energi itu dilepaskan.
Tulang-tulang serigala itu mendadak membengkak dan meledak dari dalam ke luar. Kulit musuh tetap utuh, namun struktur tulang mereka hancur menjadi bubur kalsium dalam hitungan detik.
Mo Li berdiri di tengah tumpukan bangkai yang tampak utuh namun lemas tak bertulang.
Disebelahnya Jian Wushuang – "Tarian Pedang Tak Terlihat" (The Ghostly Reaping)
Wushuang melepaskan penutup matanya. Ia bertarung hanya dengan insting pembunuh.
Ia menggunakan teknik "Vakum Ganda". Setiap tebasan pedangnya menciptakan dua jalur tekanan udara yang berbeda. Perbedaan tekanan ini menciptakan efek "tarik-dorong" yang sangat kuat pada tubuh musuh.
Prajurit Utara yang berada di jangkauannya merasakan tubuh mereka seolah-olah ditarik oleh dua truk dari arah berlawanan.
Dalam satu kedipan mata, Wushuang melewati sepuluh orang, dan tubuh mereka terbelah menjadi potongan-potongan kecil yang presisi seolah dipotong oleh laser, darah menyemprot ke salju membentuk pola mawar merah yang mengerikan.
Resonansi Jiwa Li Sheng, Orkestra Kematian
Dari puncak, Li Sheng kini bermain dengan beringas. Jari-jarinya mulai berdarah karena gesekan senar perak, namun ia tidak berhenti.
Darahnya membasahi kecapi, memberikan warna merah pada gelombang suara yang ia lepaskan.
Teknik ini bernama"Ratapan Janda Perang"
Melodinya kini menyerang sistem saraf otonom pasukan Utara.
Dampaknya sangat Nyata Jantung para prajurit dipaksa berdetak secepat melodi kecapinya. Saat Li Sheng memetik nada tinggi yang melengking secara tiba-tiba, ribuan jantung prajurit Utara berhenti berdetak secara bersamaan karena gagal mengikuti ritme yang ekstrem tersebut.
Mereka jatuh serentak seperti gandum yang dipanen, tanpa ada luka fisik satu pun.
Akhir yang Berdarah
Tianyang menghujamkan belati es gelap itu tepat ke dahi Gorgos. Energi Fang Yuan yang ada di dalam belati itu mulai "memurnikan" otak Gorgos menjadi energi murni yang kemudian diserap kembali oleh Tianyang.
Gorgos melolong bukan karena sakit, tapi karena ia merasakan jiwanya sedang dipreteli selapis demi selapis. Tubuh raksasanya perlahan menyusut hingga menjadi kering kerontang.
Fang Yuan yang melihat itu hanya mendengus tipis. "Masih terlalu lambat. Tapi setidaknya kau tidak lagi terlihat seperti sampah."
Ia menatap Lin Feng. "Anomali sistem ini akan segera berakhir. Aku akan mengambil 'Lonceng Pemecah Langit' itu sebagai biaya konsultasi. Kau keberatan?"
Lin Feng menatap takhta klan Wang yang hancur di kejauhan, lalu kembali ke Fang Yuan. "Ambil saja. Tapi ingat, Fang Yuan... suatu hari nanti, muridku yang akan mendatangimu di duniamu untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi."
Fang Yuan menghilang ke dalam retakan hitam bersama lonceng itu, meninggalkan lembah yang kini dipenuhi dengan mayat dan keheningan yang mencekam.
Evolusi Dantian tubuh Tianyang bereaksi setelah menyerap energi dari otak Gorgos ia mengalami mutasi yang menakutkan?
Konfrontasi Tetua Tersisa Para tetua klan yang bersembunyi kini muncul untuk merebut kekuasaan, tidak tahu bahwa Tianyang kini telah menjadi monster yang dididik oleh dua iblis.
Misteri Sistem: Lin Feng menerima peringatan bahwa sistem mengalami ? Apakah karena kehadiran Fang Yuan, membuka fitur baru yang lebih brutal.
Keheningan setelah kepergian Fang Yuan tidak berlangsung lama. Langit di atas Lembah Refleksi yang tadinya terbelah kini bergetar hebat, memancarkan distorsi warna ungu pekat yang menyakitkan mata.
Lin Feng merasakan dadanya sesak, bukan karena serangan fisik, melainkan karena tekanan dari realitas itu sendiri yang sedang mencoba memperbaiki dirinya.
Tiba-tiba, sebuah jendela notifikasi transparan muncul di depan mata Lin Feng, berkedip merah darah dengan suara peringatan yang melengking di dalam kesadarannya.
[PERINGATAN SISTEM: CRITICAL OVERLOAD]
Penyebab: Kehadiran entitas level Venerable (Fang Yuan) melampaui kapasitas pemrosesan dimensi saat ini.
Status: Struktur realitas mengalami keretakan sebesar 14%.
Protokol Darurat: Untuk mencegah kehancuran total, sistem dipaksa melakukan evolusi paksa pada pengguna dan murid elit.
Fitur Baru Dibuka [Sistem Ekstraksi Jiwa & Pemurnian Mutan].
Efek Brutal pada Qin Tianyang: Mutasi Dantian
Qin Tianyang yang baru saja menyerap energi dari otak Gorgos melalui belati Fang Yuan, mendadak jatuh berlutut. Tubuhnya tidak lagi memancarkan cahaya keemasan, melainkan mulai mengeluarkan cairan hitam pekat dari pori-porinya.
Dantian Hitam Dantian miliknya yang tadinya merupakan pusat energi murni, kini ditelan oleh kegelapan. Energi Fang Yuan yang "jahat" dan sisa energi Gorgos yang "beku" dipaksa menyatu oleh sistem.
Teknik Baru - [Devourer of the Void]: Tianyang kini tidak hanya bisa menjadi tanpa wujud, tapi ia bisa menciptakan lubang hitam mikro di dalam tubuhnya. Saat musuh menyerang, serangan itu tidak akan menembusnya, tapi akan tertelan ke dalam dimensi lain dan diubah menjadi nutrisi bagi sel-selnya secara beringas.
Transformasi Fisik Mata kanan Tianyang berubah menjadi merah darah dengan pupil vertikal, memungkinkannya melihat aliran Qi dan kelemahan fatal musuh bahkan sebelum mereka bergerak.
Peningkatan Beringas Murid Elit
Peringatan overload sistem juga merambat ke arah Mo Li, Jian Wushuang, dan Luo Xuanyin. Mereka merasakan sensasi seperti daging mereka disobek dan dijahit kembali oleh tangan-tangan tak terlihat.
Mo Li – [Bone Refinement: God-Slayer Path]
Sistem memaksa tulang Mo Li untuk terus patah dan menyambung kembali dalam hitungan detik.
Hasilnya: Setiap kali Mo Li bergerak, suara gesekan tulangnya menghasilkan frekuensi ultrasonik yang dapat menghancurkan gendang telinga siapa pun dalam radius 100 meter.
Pukulannya kini membawa efek "Internal Implosion" yang membuat tubuh musuh mengerut ke dalam hingga seukuran bola tenis.
Jian Wushuang – [Domain of Eternal Silence]
Pedang Wushuang kini tidak lagi menciptakan vakum, melainkan "zona tanpa hukum fisika".
Hasilnya: Siapa pun yang masuk ke dalam radius 5 meter darinya akan kehilangan berat badan dan orientasi ruang. Wushuang dapat memotong mereka berkali-kali tanpa mereka merasakan sakit, hingga akhirnya mereka menyadari tubuh mereka telah terpotong menjadi ratusan bagian saat Wushuang menyarungkan pedangnya.
Reaksi Lin Feng dan Li Sheng
Lin Feng berdiri dengan wajah yang sangat pucat. Ia menyadari bahwa sistem telah berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap untuk mengimbangi "infeksi" yang dibawa oleh Fang Yuan.
"Ini bukan lagi jalan kultivasi yang benar," bisik Li Sheng, jemarinya yang berdarah masih memegang kecapi. Ia bisa melihat aura hitam yang menyelimuti putranya. "Master Lin... apa yang telah terjadi pada Tianyang?"
Lin Feng menatap ke arah utara, di mana sisa-sisa Legiun Utara yang ketakutan mulai melarikan diri. Namun, mereka tidak akan bisa pergi jauh.
"Sistem tidak lagi menginginkan mereka menang, Li Sheng," jawab Lin Feng dengan suara yang dingin. "Sistem ingin mereka memangsa. Perang ini baru saja berubah dari pertahanan menjadi perburuan massal. Tianyang!"
Tianyang berdiri. Gerakannya tidak lagi seperti manusia, melainkan seperti predator yang tidak mengenal rasa takut atau belas kasihan. Ia menoleh ke arah ibunya, mata merahnya berkilat.
"Ibu... aku bisa mendengar setiap tetes darah yang mengalir di pegunungan ini," ucap Tianyang. Suaranya kini memiliki gema ganda yang mengerikan. "Dan aku... sangat lapar."
Tianyang dan para murid elit menggunakan fitur "Ekstraksi Jiwa" untuk memburu sisa-sisa pasukan Utara secara brutal di tengah badai salju.
Li Sheng mencoba menggunakan musik murninya untuk menekan sisi iblis Tianyang yang baru terbangun.
Munculnya Pemimpin Utama Utara: Raja Klan Vajra muncul, membawa senjata tingkat Dewa untuk menghadapi "monster" yang baru diciptakan oleh Lin Feng.
Badai salju yang mengamuk kini berubah warna menjadi kelabu pekat, seolah langit sendiri muntah karena ketidakteraturan realitas yang dipaksakan oleh sistem. Qin Tianyang berdiri tegak, namun ia bukan lagi pemuda yang sama. Mata merah darahnya memancarkan cahaya predator yang sanggup membekukan nyali siapapun yang menatapnya.
Melodi Penenang dan Kebangkitan Sang Penguasa Utara
Di bawah pengaruh fitur [Sistem Ekstraksi Jiwa & Pemurnian Mutan], Tianyang mulai melayang. Setiap kali ia menarik napas, partikel energi dari mayat-mayat pasukan Utara di sekitarnya tersedot masuk ke dalam pori-porinya, meninggalkan jasad-jasad itu menjadi abu dalam sekejap.
Li Sheng, melihat putranya mulai kehilangan kemanusiaannya, memetik kecapi 'Jiwa Pembebas' dengan tempo yang berbeda. Ia tidak lagi menyerang musuh; ia mencoba menyerang kegelapan yang menyelimuti hati Tianyang.
Teknik Musik: "Dawai Penjaga Kewarasan"
Detail Suara: Nada-nada yang keluar dari kecapi Li Sheng membentuk lingkaran cahaya berwarna hijau zamrud yang mencoba membungkus aura hitam Tianyang.
Benturan Mental: "Tianyang! Ingat siapa dirimu!" teriak Li Sheng. Jemarinya yang hancur kini meneteskan darah ke atas senar perak, menciptakan resonansi yang memaksa sisi iblis Tianyang untuk tenang.
Tianyang mengerang hebat. Di dalam kepalanya, terjadi perang antara dinginnya energi Fang Yuan dan hangatnya melodi ibunya. "Ibu... ini... sangat sakit..." rintihnya, sementara tangan kanannya mulai berubah menjadi cakar hitam yang tajam.
Kedatangan Sang Raja Perang Tingkat Dewa
Tepat saat Tianyang berjuang mengendalikan mutasinya, sebuah ledakan energi murni menghantam puncak gunung. Salju setebal dua meter menguap seketika. Dari kabut uap yang panas, muncul sosok raksasa setinggi tiga meter dengan kulit berwarna biru tua dan tanduk kristal di kepalanya.
Ia adalah Raja Vajra Utara, Kael-Thas, pemimpin tertinggi yang membawa pusaka tingkat Dewa "Kapak Pembelah Cakrawala".
"Siapa yang berani menyentuh harga diri Utara?!" suara Kael-Thas membuat tanah di bawah kaki mereka retak sepanjang ratusan meter.
Lin Feng melangkah maju, menghalangi pandangan Kael-Thas ke arah Tianyang. "Raja Utara, kau datang hanya untuk menyerahkan nyawamu pada monster yang baru saja lahir?"
Kekuatan Dewa
Kael-Thas tidak banyak bicara. Ia mengayunkan kapak raksasanya.
Serangan Ayunan itu membelah realitas. Garis putih cahaya kapak tersebut memotong dimensi, menghancurkan pondok kayu Lin Feng hingga rata dengan tanah dalam satu tebasan.
Respon Tianyang Dengan fitur [Devourer of the Void], Tianyang tidak menghindar. Ia justru menerjang maju. Saat mata kapak itu hampir membelah kepalanya, mulut Tianyang terbuka, dan sebuah pusaran hitam (Void Hole) muncul di depannya.
Boom!
Setengah dari energi penghancur kapak itu tertelan masuk ke dalam tubuh Tianyang. Tubuhnya membengkak, otot-ototnya meledak dan menyambung kembali dengan kecepatan yang menjijikkan. Ia membalas dengan pukulan "Getaran Kehampaan".
Tinjunya menghantam dada Kael-Thas.
Dampak Pukulan itu tidak hanya menghancurkan zirah dewa milik sang Raja, tetapi juga mengirimkan gelombang "Ekstraksi Jiwa" langsung ke jantungnya. Kael-Thas bisa merasakan fragmen jiwanya mulai ditarik paksa keluar dari tubuhnya melalui pori-pori yang bersentuhan dengan tinju Tianyang.
"Kau... kau bukan manusia!" raung Kael-Thas, matanya mulai memutih karena rasa sakit yang luar biasa.
Orkestra Kematian di Lereng Bawah
Sementara itu, para murid elit lainnya terinspirasi oleh beringasnya mutasi sistem ini.
Mo Li kini bergerak seperti bayangan yang tidak bisa disentuh. Setiap kali ia memukul, ia menggunakan fitur [Pemurnian Mutan]
untuk menyerap kekuatan otot musuh yang ia bunuh, membuatnya semakin besar dan mengerikan di tengah pertempuran.
Jian Wushuang menciptakan badai pedang statis. Siapapun yang masuk ke dalam radiusnya akan terhenti waktunya selama 0,5 detik cukup bagi Wushuang untuk menusuk jantung mereka sebanyak sepuluh kali.
Li Sheng terus memetik kecapinya, darahnya kini menutupi seluruh permukaan instrumen itu. Ia adalah satu-satunya garis tipis yang menjaga agar para murid elit ini tidak menjadi monster seutuhnya.
"Cukup, Tianyang! Akhiri dia!" perintah Lin Feng.
Tianyang mengangkat kedua tangannya. Energi hitam dan keemasan menyatu membentuk bola energi yang berdenyut seperti jantung yang sekarat.
Ia menghantamkan bola itu ke tanah. "Void Burial: Kiamat Utara!"
Seluruh sisa pasukan Utara, termasuk sang Raja, tertelan ke dalam tanah yang mendadak berubah menjadi lumpur hitam hisap yang menghancurkan molekul mereka menjadi partikel energi murni yang terbang kembali ke arah Lin Feng dan murid-muridnya.
Harga yang Harus Dibayar Li Sheng jatuh pingsan karena kehilangan terlalu banyak darah dan energi jiwa untuk menahan mutasi para murid.
Pemberontakan Sistem ini Sistem memberikan misi baru yang memaksa Lin Feng untuk menyerang klan lain untuk "memberi makan" Dantian hitam Tianyang.
Dunia yang Takut Berita tentang pembantaian Legiun Utara tersebar, dan kini seluruh dunia kultivasi bersatu untuk memburu Lin Feng dan murid-muridnya karena dianggap sebagai sekte iblis baru.
