Kehadiran sosok seperti Fang Yuan seharusnya menciptakan atmosfir horor dan kecurigaan, bukan kerja sama yang instan. Karakteristik Fang Yuan yang egois dan waspada tidak akan membiarkannya membantu orang lain tanpa alasan yang masuk akal.
Tamu dari Dimensi Hitam
Udara di puncak lembah mendadak membeku, karena sihir es Gorgos, melainkan karena tekanan mental yang asing. Retakan hitam di langit itu bergetar, mengeluarkan aura yang berbau seperti darah kering dan usia yang teramat tua.
Sesosok pria melangkah keluar. Ia tidak mendarat dengan ledakan, melayang turun seringan bulu. Jubah hitamnya berkibar meski tak ada angin. Wajahnya pucat, dengan mata yang tidak memiliki binar kemanusiaan hanya ada perhitungan dingin di sana.
Gorgos, yang tadinya merasa sebagai penguasa badai, mendadak menghentikan serangannya.
Ia merasakan insting purba di dalam dadanya berteriak, Lari.
"Siapa kau?!" raung Gorgos, suaranya sedikit bergetar. "Ini adalah urusan Klan Vajra Utara! Jangan ikut campur atau kau akan hancur bersama mereka!"
Pria itu, Fang Yuan, tidak menjawab. Ia mengabaikan Gorgos seolah-olah pria raksasa itu hanyalah sepotong kayu mati.
Matanya justru tertuju pada Lin Feng. Ia mengendus udara, lalu beralih menatap sistem transparan yang hanya bisa dilihat oleh pengguna sistem (dalam hal ini, narasi sistem yang memanggilnya).
"Menarik," suara Fang Yuan terdengar seperti gesekan batu nisan. "Sebuah entitas menarik jiwaku melintasi sungai waktu hanya untuk mendarat di tempat kumuh seperti ini. Dan kau..." ia menunjuk Lin Feng dengan jarinya yang ramping, "...kau memiliki bau yang sama dengan mereka yang mencoba mengatur takdirku."
" Ha ...ha ha ha"
" Tidak kah kau berpikir jernih secara politik kita sama."
Ketegangan mulai tumbuh memperlihatkan pertahanan di Ambang Pertempuran
Lin Feng tidak menurunkan kewaspadaannya.
Ia menginstruksikan Tianyang melalui transmisi suara: "Jangan bergerak satu inci pun. Pria ini tidak memiliki nurani. Satu gerakan salah darimu, dan dia akan menganggap mu sebagai bahan eksperimen."
Tianyang merasakan keringat dingin mengucur di punggungnya. Bahkan saat menghadapi Jenderal Iron-Hide, ia tidak merasa sekecil ini. Di hadapan pria asing ini, ia merasa seperti seekor semut yang sedang diamati oleh seorang raksasa yang lapar.
"Aku tidak memanggilmu, Fang Yuan," ucap Lin Feng dengan nada berat. "Sistem ini melakukan anomali. Namun, kau berada di tanahku sekarang."
" Seharusnya lah kau bersukur bisa berada diantara kami merupakan pengalaman yang tak akan kamu lupakan. bahkan akan menjadi dongeng buat cicit mu.... Ha ha ha ha"
Fang Yuan tersenyum tipis sebuah senyum yang lebih menakutkan daripada amarah. "Tanahmu? Di dunia ini, tanah hanya milik mereka yang cukup kuat untuk mempertahankannya."
" Tanahmu hanya lumpur tak berarti."
Gorgos yang merasa diabaikan menjadi gelap mata. Ia menghantamkan tinjunya yang dilapisi es absolut ke arah Fang Yuan. "Mati kau, orang asing!"
Fang Yuan bahkan tidak menoleh. Ia hanya mengangkat tangan kirinya, dan pembaca akan melihat detail teknis yang luar biasa Qi di sekitar tangan Fang Yuan tidak meledak, melainkan berputar dalam jutaan pusaran mikro yang sangat kecil.
Ketika tinju es Gorgos menyentuh area itu, es tersebut terurai. Es itu kembali menjadi uap air, lalu uap air itu dipaksa memadat kembali menjadi jarum-jarum es kecil yang jutaan jumlahnya, semuanya berbalik arah dan mengincar titik-titik meridian di lengan Gorgos.
"Kultivasi es yang kasar," komentar Fang Yuan dingin. "Kau memiliki energi besar, tapi kontrolmu seperti bayi yang memainkan palu godam."
Puff! Puff! Puff!
Lengan Gorgos seketika lumpuh, dipenuhi lubang-lubang kecil hasil serangannya sendiri yang dimanipulasi oleh Fang Yuan.
Keheningan Li Sheng
Li Sheng menghentikan petikan kecapinya. Ia merasa musiknya tidak lagi sanggup menembus aura hitam yang dibawa pria ini. Ia menatap Lin Feng dengan tatapan bertanya: Siapa dia sebenarnya?
Lin Feng hanya menggeleng. "Dia adalah perwujudan dari kegelapan yang murni.
Tianyang, perhatikan baik-baik bagaimana dia mengubah struktur energi musuh tanpa mengeluarkan tenaganya sendiri. Itu disebut Refinement of All Things."
Fang Yuan berpaling ke arah Tianyang, menatap pedang emas di tangan pemuda itu. "Pedang yang bagus. Sayang, penggunanya masih terlalu 'bersih'. Haruskah aku memberimu sedikit pelajaran tentang bagaimana cara membunuh yang efektif, atau haruskah aku membantai mu sekarang untuk mengambil pedang itu?"
Atmosfir menjadi sangat kritis. Ini bukan pertemuan pahlawan yang saling membantu, melainkan pertemuan dengan predator puncak yang bisa berbalik menyerang siapa saja.
Lin Feng menawarkan sesuatu yang berharga kepada Fang Yuan (mungkin sumber daya sistem) agar ia mau memberikan satu teknik kepada Tianyang.
Ujian Fang Yuan menyerang Tianyang secara tiba-tiba untuk menguji apakah pemuda itu layak hidup, memaksa Tianyang menggunakan "Tubuh Tanpa Wujud" hingga batas maksimal.
Gorgos mulai bergerak cepat Bertindak Gila. Menggunakan artefak pase terlarang untuk menyerang keduanya, memaksa Fang Yuan dan Lin Feng berdiri di sisi yang sama secara tidak sengaja.
Suasana di puncak lembah seakan membeku dalam ruang hampa saat tatapan Fang Yuan jatuh tepat pada Qin Tianyang. Tidak ada kehangatan, tidak ada persaudaraan; hanya ada penilaian dingin seperti seorang pedagang yang sedang memeriksa kualitas barang dagangan.
"Kau memiliki bau 'protagonis' yang naif," desis Fang Yuan. Suaranya rendah, namun bergema di dalam tengkorak Tianyang. "Mari kita lihat apakah keberuntungan mu bisa menahan kenyataan."
Ujian Maut serangan Kecepatan Cahaya vs Refleksi Jiwa
Tanpa peringatan, tanpa perubahan ekspresi, Fang Yuan menggerakkan satu jarinya.
Di mata orang awam, ia tidak bergerak. Namun bagi Tianyang, realitas seolah robek. Seberkas cahaya hitam Cahaya Pencabut Nyawa melesat dengan kecepatan yang melampaui persepsi visual.
"Tianyang, aktifkan!" teriak Lin Feng.
Tianyang memacu sirkulasi Qi-nya hingga titik didih. Jantungnya berdentum begitu keras hingga pembuluh darah di pelipisnya menegang.
Ia mengaktifkan "Tubuh Tanpa Wujud".
Secara mikroskopis, sel-sel tubuh Tianyang mulai bergetar pada frekuensi ekstrem. Ia tidak menghindar ke samping; ia membiarkan serangan Fang Yuan melewati ruang kosong di antara atom-atom tubuhnya. Cahaya hitam itu menembus dadanya, namun bukannya darah yang keluar, udara di belakang Tianyang meledak hebat, menghancurkan bongkahan batu raksasa menjadi debu halus.
"Oh?" Fang Yuan mengangkat alis. "Bergetar untuk menghindari materi? Teknik yang menarik untuk seekor semut.
Tapi bagaimana jika aku menyerang getaran itu sendiri?"
Fang Yuan menghentakkan kakinya. Gelombang kejut transparan merambat di tanah. Ini adalah Manipulasi Jalur Suara.
Gelombang ini dirancang khusus untuk mengacaukan frekuensi tubuh Tianyang.
Tianyang merasakan organ dalamnya bergolak.
Frekuensi tubuhnya mulai kacau. Jika ia kehilangan sinkronisasi, ia akan hancur dari dalam menjadi tumpukan daging. Dalam detik yang krusial itu, melodi kecapi Li Sheng berubah menjadi nada rendah yang stabil. Musik itu bertindak sebagai "metronom" spiritual, membantu Tianyang menyeimbangkan kembali getaran tubuhnya di tengah gempuran Fang Yuan.
Kekacauan di Lereng Pembantaian yang Presisi
Sementara Tianyang berjuang hidup mati, para murid elit di lereng bawah mulai menunjukkan mengapa mereka disebut tak terkalahkan di bawah asuhan Lin Feng.
1. Mo Li – Teknik Resonansi Penghancur (The Internal Rupture):
Seekor serigala es raksasa menerjang Mo Li. Bukannya memukul, Mo Li hanya menyentuhkan telapak tangannya ke dahi binatang itu.
Detail Serangan: Qi Mo Li merambat masuk bukan sebagai ledakan, melainkan sebagai getaran mikro yang searah dengan aliran darah serigala tersebut.
Dampak Pembaca akan melihat detail bagaimana mata serigala itu mendadak memerah, lalu meledak dari dalam karena tekanan darah yang melonjak instan akibat resonansi Qi Mo Li.
Binatang itu tumbang tanpa luka luar sedikit pun.
2. Jian Wushuang – Vakum Tebasan (The Void Slash):
Wushuang dikelilingi oleh sepuluh prajurit Utara. Ia menghunus pedangnya setengah jalan, lalu memasukkannya kembali ke sarungnya dalam sekejap mata.
Detail Teknik: Kecepatan tarikan pedangnya begitu ekstrem hingga menciptakan area vakum (hampa udara) di sekelilingnya.
Dampak: Tekanan udara yang turun drastis membuat paru-paru musuh di sekitarnya kolaps seketika. Sebelum mereka bisa menghirup oksigen, garis perak tipis muncul di leher mereka. Kepala-kepala itu jatuh secara bersamaan, terpotong oleh bilah udara yang dihasilkan dari kecepatan murni.
Puncak Konfrontasi: Pelajaran dari Sang Iblis
Gorgos yang merasa terhina karena diabaikan, melepaskan artefak "Lonceng Pemecah Langit". Ia membunyikannya, mengirimkan gelombang destruktif yang menghancurkan apa pun yang dilewatinya.
Fang Yuan menatap lonceng itu dengan bosan. "Harta karun yang bagus di tangan orang bodoh."
Ia menatap Tianyang. "Bocah, jika kau ingin hidup, lihat bagaimana aku memurnikan serangan ini."
Fang Yuan merentangkan tangannya. Bukannya menahan gelombang suara tersebut, ia justru "menangkapnya". Para kultivasi akan melihat detail bagaimana jari-jari Fang Yuan menari di udara, menangkap partikel energi suara dan menyusunnya kembali menjadi bentuk fisik sebuah belati es gelap yang berpendar.
"Ambil ini," Fang Yuan melempar belati hasil curian energi itu ke arah Tianyang. "Gunakan ini untuk membunuh pemimpin Utara itu, atau aku akan membunuhmu sebagai gantinya."
Tianyang menangkap belati itu. Tangannya terasa terbakar oleh energi dingin yang luar biasa. Ia menatap Lin Feng, yang mengangguk pelan. Pertempuran ini bukan lagi soal klan, ini adalah tentang bertahan hidup di hadapan entitas yang melampaui akal sehat.
Langkah dramatis
Transformasi Tianyang Menggabungkan teknik "Tubuh Tanpa Wujud" dengan energi "Refinement" dari Fang Yuan untuk memberikan serangan satu pukulan pada Gorgos.
Pertukaran Dingin ini membuat Fang Yuan menuntut bayaran dari Lin Feng atas "pelajaran" yang ia berikan, menciptakan ketegangan baru di antara dua guru besar ini.
Reaksi Ibu Li Sheng: Bagaimana ia menggunakan musiknya untuk meredam aura jahat Fang Yuan agar tidak merusak mental putranya?
