Cherreads

Chapter 268 - Bab 268

Yves dengan senang hati menerima manik penolak air dari tangan Oxy.

"Apakah manik ini dibatasi oleh waktu?" Yves bertanya sambil memainkan manik tersebut di tangannya. Manik ini adalah piala atas kemenangannya hari ini!

"Hmph, selama mana-mu cukup, hal ini akan terus bekerja selama dua puluh empat jam." Jawab Oxy sambil terlihat sedikit kesal.

"Ahem, aku mengakui kekuatanmu, dan kamu telah memenuhi syarat untuk menjadi temanku. Ayo kita jalan-jalan dan cari minuman!" Kekesalan Oxy atas kekalahan ini datang dengan cepat dan pergi dengan cepat pula. Layaknya lupa akan pertarungan sebelumnya, Oxy tertawa terbahak-bahak sambil menepuk bahu Yves.

Menerima tawaran pertemanan ini, tentu saja Yves tidak akan menolak. Mampu berteman dengan Pangeran Atlantis adalah kesempatan yang langkah!

Membicarakan tentang pertemanan, Yves dalam hati bertanya-tanya atas kapan dirinya bisa berteman dengan Dewa Petir, Thos. Sepertinya masih ada banyak barang yang bisa dia curi dari perbendaharaan Asgard... ahem, maksudnya bertukar barang~

Ketika keduanya datang ke ruang tamu, Pangeran Oxy pergi mengambil sebotol anggur buatan Atlantis yang enak, "Yves, minumlah, ini adalah anggur unik dari kerajaan kita. Aku jamin kamu akan menyukainya."

Anggur tersebut berwarna biru serta memancarkan aroma yang sangat unik dan harum, melihatnya sekilas, Yves tahu bahwa anggur ini dibuat dari bahan yang berbeda.

Mengangguk, Yves menyesap anggur tersebut, dan benar saja, anggur ini memang enak, tapi terasa lebih pedas. Rasa anggur ini mengingatkannya kepada tanaman rumput laut.

Ketika minum anggur bersama Pangeran Atlantis, tiba-tiba Yves teringat akan sesuatu, "Uh, Oxy, apakah kalian, Atlantean, masih perlu minum air?"

"Huh? Tentu saja, sama seperti manusia, kita tidak dapat hidup tanpa air." Jawab Oxy sambil menyesap anggur laut.

"Omong-omong, mengapa tubuhmu sangat kuat? Perasaan tubuh manusia tidak mampu mencapai kekuatan yang kamu tampilkan tidak perduli seberapa keras mereka melatih otot-otot mereka."

"Entahlah, mungkin aku terlahir berbeda?" Jawab Yves dengan main-main. Tentunya dia tidak ingin menceritakan pengalaman tidak menyenangkan dirinya yang disuntik paksa oleh Red Skull, walaupun dia berakhir menerima integrasi sempurna plus membawa pulang putri pria itu.

"Sindella adalah wanita baik serta salah satu wanita tercantik di Atlantis, hei, kau perlu menghargainya, sobat." Oxy menyenggol teman barunya sambil tersenyum.

"Tentu saja, toh dia adalah wanitaku, aku pasti akan merawatnya dengan baik."

"Oxy, apakah Atlantis memiliki produk khusus? Seperti ore atau tanaman laut langka? Saya sangat tertarik, mungkin kita dapat berbisnis bersama." Tanya Yves penasaran. Apa yang tidak ada di darat, pasti akan selalu ada di laut.

Selain ore, ada juga berbagai jenis sumber energi di sana. Seperti minyak, tanaman laut langka, dan lain sebagainya.

Perlu Anda ingat, spesies yang bisa dikatakan abadi juga ditemukan di dalam laut.

"Produk khusus? Tentu saja ada, tapi aku sendiri tidak terlalu tertarik. Atlanna sangat suka mengumpulkan barang-barang ini, mungkin kamu bisa bertanya padanya."

"Haa... kadang-kadang aku merasa sangat iri padamu, orang-orang darat... kalian terlihat lebih bebas." Mengingat sesuatu yang tidak menyenangkan, Oxy mendesah sambil terus menyesap anggur.

"Mengapa kamu mengatakan hal itu? Bukankah lautan beberapa kali lebih luas dari daratan? Samudera Pasifik sangat luas, cukup bagimu untuk berenang kemana-mana. Kebebasan apa yang kamu bicarakan? Tunggu... apakah kamu membicarakan tentang perjodohan?" Yves yang awalnya tidak mengerti tiba-tiba teringat akan sesuatu.

Jika tidak salah, Atlanna lari dari perjodohan, kan? Atlanna pergi ke darat, menjalin hubungan dengan pria darat lalu melahirkan sang Aquaman, Arthur.

"Benar. Tidak seperti kalian, kami tidak dapat memutuskan siapa yang akan kita nikahi dengan bebas, bagaimana jadinya jika kita dijodohkan dengan wanita jelek?" Pangeran Oxy sepertinya ingin menceritakan unek-uneknya.

Mendengar hal ini, jiwa bergosip Yves mulai menyala, "Bukankah bagus dijodohkan? Kamu tidak perlu bersusah payah mencari istri, tidak seperti kita."

"Hei, jika kamu benar-benar tidak ingin dijodohkan, bukankah lebih baik kabur dari pernikahan tersebut?"

"?!"

"Kau, apa yang kau katakan?! Melarikan diri dari pernikahan?! Bagus, ide yang sangat bagus!" Layaknya menerima sebuah wahyu, mata Oxy bersinar!

"Uh, hanya saran kecil." Melihat jawaban antusias Oxy, dalam hati Yves mulai bertanya-tanya; apakah pria ini menerima perjodohan berdarah?

"Yves! Jangan mencoba menghasut kakakku untuk berbuat hal buruk!" Atlanna yang baru saja masuk langsung memelototi Yves, seolah tak puas akan saran pria itu kepada saudaranya.

"Saya hanya berbicara santai, tidak ada unsur hasutan. Omong-omong, Princess Atlanna, kebetulan Anda datang, saya ingin membicarakan sesuatu dengan Anda."

"Panggil saja aku Atlanna, aneh dipanggil dengan gelar Princess oleh 'teman' saudaraku. Jadi, bajingan, apa yang kamu inginkan dariku?" Meskipun tidak puas akan hasutan Yves kepada saudaranya tadi, tapi dia masih menaruh rasa hormat pada pria ini, jika tidak, bagaimana mungkin dia sudi berbicara dengannya?

"Apakah Anda memiliki bahan yang tidak sedang digunakan? Jika Ada, saya ingin bertukar dengan Anda."

"Saya punya banyak hal di kantong, seperti makanan, penemuan ilmiah dan alat peraga sihir!"

Melambaikan tangannya dengan santai, setumpuk benda muncul di udara. Berkat kontrol sihir yang baik, barang-barang itu tetap melayang sambil berputar.

Mata indah Atlanna berkedip, dengan hati-hati dia melihat benda-benda yang berputar itu, "Kamu dapat membuat alat peraga sihir? Apakah kamu tahu tentang Enchanting?"

"Ahem, sayang sekali tidak." Yves merasa sedikit malu.

"Untuk sekarang aku masih belum mempelajarinya, tapi aku janji akan mempelajarinya dengan cepat. Untuk sementara, hanya ini yang dapat saya tukarkan dengan Anda."

"Hmph, apakah kamu punya alat yang dapat mengatasi polusi air laut? Mesin yang dapat membuang sampah laut juga ok."

Karena apa yang Atlanna inginkan tidak ada dalam daftar barang-barang tersebut, Yves memasukkan mereka kembali ke dalam Pocket Dimension.

Berpikir sejenak, Yves menjawab, "Mesin seperti itu perlu dirancang sesuai polusi yang di targetkan. Jika sampah murni, maka sampah itu dapat didaur ulang, jika limbah, mereka perlu disaring terlebih dahulu untuk menghilangkan racunnya."

Accesss 230 extra chapters here: patréon.com/mizuki77

Use code: SUMMER for 50% Discount. Valid till July 26, 2026.

More Chapters