Cherreads

Chapter 267 - Bab 267

"Ingat, aku seorang Sorcerer, bukankah normal bagiku untuk menggunakan ilmu sihir? Selain itu, aku juga seorang ilmuwan, ahem, gerakanmu terlalu mudah dibaca, Nak!" Yves tertawa, menyeringai layaknya musang.

Sorcerer? Warrior? Scientist? Jika Anda menguasai semua pengetahuan dasar tersebut, maka gunakanlah. Plus, pertarungan nyata tidak seperti Turn-based RPG, tentunya Anda tidak ingin lawan menyerang Anda terlebih dahulu sebelum Anda menyerang, kan?

*Splash!*

Aliran air yang kuat berosilasi dari tubuh Oxy, menghancurkan dua magnet listrik tersebut.

Berbalik dan menunjuk Yves dengan Trident Ajaib miliknya, dua rantai yang terbuat dari elemen air tiba-tiba muncul dan terbang menuju Yves!

Saat rantai air itu akan menjerat tubuh Yves, tiba-tiba perisai transparan mencegahnya.

Kedua kekuatan nampaknya dalam mode tarik-menarik. Yang satunya menggunakan elemen air untuk menjerat lawan, satunya lagi menggunakan perisai transparan.

Di sebuah loteng yang berada tak jauh dari arena duel, Antiope mengamati setiap gerakan Yves dengan tenang.

"Sindella, kekasihmu sangat kuat, tapi keterampilan bertarungnya tidak cukup mahir. Jika aku melatihnya sebagai seorang prajurit, aku yakin dia akan menjadi prajurit hebat dalam waktu singkat." Tiada arti khusus dalam perkataan Antiope, melihat bibit bagus membuatnya ingin menumbuhkannya secara pribadi.

"Hehe, jangan biarkan bajingan kecil itu pergi ke Paradise Island, pria itu 'jahat' dan licik, mungkin wanita-wanita di sana akan dimangsa olehnya." Sindella bergurau.

"Omong-omong, sudah cukup lama semenjak terakhir kali kita bertemu. Kamu hampir tidak pernah keluar dari Paradise Island."

Sindella yang misterius anehnya mengenal orang-orang Paradise Island juga. Sepertinya tidak ada orang-orang penting yang tidak dikenal oleh wanita ini.

"Jangan khawatir, aku hanya ingin mengungkapkan pikiranku saja. Omong-omong, apakah kamu tahu dimana Ares berada?"

"Saat ini dia sedang berada di Jerman. Akhir-akhir ini dia menjadi lebih kuat."

"Paradise Island memiliki banyak sekali keluhan kepadanya." Kata Sindella sambil tersenyum.

"Apa pendapatmu tentang kekasihku?" Tanya Sindella secara tiba-tiba. Dengan pakaian ketat serta jubah penyihir di punggungnya, lengkungan-nya terlihat jelas, menampilkan sosoknya yang sangat seksi dan juga atletis.

"Berbakat dan juga kuat. Sudah lama sejak saya datang ke dunia luar, dan pemuda ini mampu mengejutkan saya."

"Kekasihmu kuat dan berbakat, kamu sangat beruntung, Sindella." Kata Antiope sambil tersenyum ke arah Sindella.

"Hehe, terima kasih atas pujiannya." Sindella merasa senang sekaligus malu.

"Apakah kamu ingin berurusan dengan Ares? Mengapa tidak meminta bantuan Sorcerer Supreme saja?"

"Jika Ares memicu perang manusia, Sorcerer Supreme mungkin akan mengambil tindakan. Lagu pula saya percaya bahwa beliau tidak akan membiarkan Bumi kita hancur." Tanya Sindella sambil memandang ke arah arena seni bela diri.

Dia menyaksikan pria berapi-api yang saat ini sedang melawan Pangeran Oxy dengan tatapan penuh kelembutan.

Pria kecil ini kuat dan sangat mencintainya. Dalam hidup ini, dia akan selalu mencintai Yves sampai kematian menjemput!

"Saya telah bertanya kepada Sorcerer Supreme kemarin, ternyata dia telah membuat perjanjian dengan Dewa dan Dewi Olympus. Dia tidak diizinkan untuk membunuh Dewa, hanya dapat mengusir mereka."

"Selain itu, Sorcerer Supreme tidak ingin ikut campur dalam peperangan antar manusia." Antiope menggelengkan kepalanya.

"Ares dan Paradise Island berseteru, kami harus menghadapinya sendiri. Orang-orang yang menyerang Paradise Island tidak bisa dimaafkan!" Antiope menjelaskan perseteruan mereka kepada temannya.

Perseteruan ini adalah urusan keluarga mereka, orang luar tidak perlu ikut campur dalam masalah ini.

Setelah mengatakan hal tersebut, mereka tidak lagi melanjutkan percakapan.

Pertempuran yang berlangsung di arena seni bela diri berangsur-angsur memanas.

Yves terus mengasah keterampilan bertarungnya. Dengan cerdik dia menggunakan Portal untuk menghindari serangan pamungkas lawan, kemudian dia akan menyerang balik dengan seni bela diri Amazon yang telah dia pelajari dari Superwoman.

Tidak hanya mengasah keterampilan bertarung, Sihir-nya pun juga di asah dalam pertempuran ini.

Keduanya terus beradu kesaktian, dari waktu ke waktu, sihir Yves akan menghantam Trident lawan!

*Bang!*

*Bang!*

*Bang!*

Suara serangan yang memekikkan telinga terdengar secara terus menerus. Yves yang asik dalam pertempuran ini tiba-tiba mendapat sebuah ide.

Berkomunikasi dengan elemen Multiverse, sihir berwarna oranye kemerahan mulai bersinar dan kemudian membentuk sebuah pita tebal!

Mencambukkan pita tebal tersebut, pita itu langsung melilit Trident beserta tangan kanan kanan Pangeran Oxy!

Ancient One yang ikut melihat pertempuran ini berseru dalam hati, 'Crimson Bands of Cyttorak?!'

Senjata ini sangat mudah ditempa dan dapat diubah menjadi berbagai jenis senjata!

"Agh! Sial!" Pangeran Oxy merasa dirinya dirugikan dalam pertarungan ini.

Keterampilan bajingan itu awalnya bukan tandingannya, tapi perlahan-lahan mulai membaik selama pertarungan berlangsung!

Mungkinkah Yves seorang prajurit yang menyamar sebagai Sorcerer? Sungguh tercela dan tak tahu malu!

Dia juga menggunakan listrik yang membuatnya ter-setrum sepanjang waktu!

Menggenggam erat Crimson Bands of Cyttorak, otot lengan Oxy mulai menggembung dan mengeras. Menarik pita tersebut, Oxy langsung melancarkan serangan tepat ke arah kepala lawan!

*Bang!*

Suara benda keras seperti besi yang saling membentur terdengar.

Pada saat yang sama, tinju sekeras baja Yves juga menghantam dada lawan.

Yves yang dihantam oleh tinju sebesar karung pasir itu langsung merasa pusing selama beberapa saat. Tapi dia berhasil pulih dengan cepat berkat Devine Power-nya yang telah dia kembangkan.

Dada Pangeran Oxy terasa sesak setelah menerima pukulan lawan. Tidak disangka, kekuatan fisik pria ini juga sangat kuat!

Jika kamu ingin mengadu tinju, maka aku juga bisa!

Tinju sebesar karung pasir mengenai dada Yves. Merasakan perasaan sesak yang sama, Yves menutupi dadanya sambil meringis.

Berbeda dengan Oxy, Yves dengan cepat memulihkan dirinya berkat bantuan sinar matahari.

Layaknya Wolverine, Yves yang beradu tinju dengan Oxy berhasil pulih secara terus menerus. Jika Oxy meringis karena menerima pukulan lawan, Yves malah tersenyum, nampak menikmati pertarungan ini.

Semakin bertukar tinju, semakin dibuat ketakutan Pangeran Oxy. Apakah orang ini benar-benar manusia?!

Bagaimana bisa dia begitu kuat dan tahan terhadap pukulannya?! Kepala penjaga kerajaan yang menerima pukulannya tepat di kepala akan langsung menghibarkan bendera putih, tapi orang ini tetap baik-baik saja, sial, bahkan dia menjadi lebih bersemangat!

'Apakah aku sedang melawan seorang masokis?!' Teriak Oxy dalam hati.

"Lagi, ayo, saling adu tinju kita!" Yves menghadapi tinju seukuran karung pasir lawan sambil menyeringai. Dengan kekuatan fisiknya sekarang, setidaknya dia masih mampu bertahan selama dua puluh menit.

"Sialan, apakah kamu manusia?! Pembohong, kamu pasti bukan seorang Sorcerer! Sorcerer mana yang memiliki fisik sekuat dirimu?!" Darah terus terciprat akibat serangan lawan, Oxy terus menggertakkan giginya sambil terus meninju lawan. Sialnya, dia merasa bahwa ada organ dalamnya yang ikutan terluka!

"I can do this all day! Ayo, berikan manik penolak air itu, dan kita akan mengakhiri pertarungan ini!" Teriak Yves sambil terus meninju lawan. Pertarungan tangan kosong adalah romansa pria, dan dia sangat menyukai adrenalin yang dia rasakan saat ini.

"Ahem, baiklah, aku setuju. Kamu memenuhi syarat untuk menjadi tandinganku!" Mendengar perkataan lawan, Pangeran Oxy akhirnya menghela nafas lega.

Kalah tidak apa-apa, tapi kalah secara memalukan tidak diizinkan!

Accesss 230 extra chapters here: patréon.com/mizuki77

Use code: SUMMER for 50% Discount. Valid till July 26, 2026.

More Chapters