Kael berjalan menyusuri hutan di Lantai Pertama Menara dengan tenang.
Di tempat lain, banyak orang sedang berlari ketakutan atau bertarung mati-matian melawan goblin. Jeritan sesekali terdengar dari kejauhan.
Namun Kael tidak peduli.
Ia sudah pernah mengalami semua ini sebelumnya.
Di depannya, seekor goblin tiba-tiba muncul dari balik semak.
"GRRA!"
Goblin itu mengayunkan pisaunya ke arah Kael.
Namun Kael hanya sedikit memiringkan tubuhnya.
Serangan itu meleset.
Dalam satu gerakan cepat, Kael menendang lutut goblin itu lalu memukul kepalanya dengan batu tajam.
CRACK!
Goblin itu langsung jatuh ke tanah.
Jendela biru muncul lagi di depannya.
Goblin terbunuh
Progress: 2/10
Kael menghela napas pelan.
"Masih delapan lagi."
Ia lalu berjalan menuju arah sungai.
Di kehidupan sebelumnya, ia menemukan sesuatu yang sangat penting di sana.
Sesuatu yang hampir tidak diketahui siapa pun.
Beberapa menit kemudian, suara air mulai terdengar.
Sungai kecil mengalir di tengah hutan.
Namun yang membuat tempat itu berbahaya adalah…
Sarang goblin.
Beberapa goblin terlihat berkeliaran di sekitar sungai.
Jika orang biasa melihatnya, mereka pasti akan langsung lari.
Namun Kael justru tersenyum tipis.
"Di sinilah tempatnya."
Ia tidak langsung menyerang.
Sebaliknya, ia berjalan ke sebuah batu besar di dekat sungai.
Di bawah batu itu…
Ada sebuah peti kecil berwarna hitam.
Kael membukanya.
Di dalamnya terdapat sebuah belati pendek berwarna perak.
Matanya bersinar.
Ia sangat mengenal senjata ini.
"Belati Pemburu…"
Di kehidupan sebelumnya, senjata ini ditemukan oleh seseorang tiga hari setelah menara muncul.
Dan orang itu menjadi salah satu petualang terkenal.
Namun sekarang…
Senjata itu ada di tangan Kael.
Saat ia menggenggamnya, sebuah notifikasi muncul.
Item Langka Ditemukan
Belati Pemburu
Serangan meningkat
Kael tersenyum kecil.
"Sekarang semuanya akan jauh lebih mudah."
Di saat yang sama…
Salah satu goblin di dekat sungai melihatnya.
Goblin itu berteriak keras.
"GRAAA!"
Beberapa goblin lain langsung menoleh.
Dalam hitungan detik, enam goblin berlari menuju Kael.
Namun Kael tidak mundur.
Ia memegang belati barunya dengan tenang.
"Bagus," katanya pelan.
"Sekalian saja."
Detik berikutnya…
Pertarungan di Lantai Pertama benar-benar dimulai.
