Cherreads

Chapter 2 - lantai pertama

Hari ketika menara muncul akhirnya tiba.

Langit tiba-tiba berubah gelap. Awan berputar seperti pusaran besar di udara. Orang-orang di kota berteriak panik ketika sebuah menara raksasa muncul dari cahaya yang menyilaukan.

Bangunan itu menjulang tinggi menembus awan.

Tidak ada yang bisa melihat puncaknya.

Pesan yang sama muncul di langit seluruh dunia.

"Naiklah ke puncak menara."

"Mereka yang berhasil akan mendapatkan kekuatan, kekayaan, dan satu permintaan."

Orang-orang di jalan menatap langit dengan wajah penuh ketakutan.

Namun Kael hanya berdiri diam.

Ia sudah pernah melihat semua ini sebelumnya.

"Jadi semuanya benar-benar kembali…" gumamnya pelan.

Beberapa jam kemudian, pintu besar menara terbuka.

Ribuan orang langsung berlari masuk.

Petualang, tentara, pemburu monster, bahkan orang biasa.

Mereka semua ingin mendapatkan kekuatan dari menara.

Namun Kael tidak terburu-buru.

Ia berdiri di luar pintu menara sambil mengingat masa lalunya.

Di kehidupan sebelumnya, ia masuk terlalu cepat dan hampir mati di lantai pertama.

Tapi sekarang berbeda.

Ia tahu semua rahasianya.

Kael akhirnya melangkah masuk.

Begitu melewati pintu menara, dunia di sekitarnya berubah.

Cahaya putih menyilaukan memenuhi pandangannya.

Beberapa detik kemudian…

Ia berdiri di sebuah hutan luas.

Ini adalah Lantai Pertama Menara.

Suara dingin tiba-tiba terdengar di udara.

"Selamat datang di Lantai 1."

"Bunuh 10 Goblin untuk naik ke lantai berikutnya."

Di kehidupan sebelumnya, banyak orang mati karena panik mendengar perintah ini.

Namun Kael hanya tersenyum tipis.

"Goblin di lantai pertama selalu muncul di dekat sungai…" katanya pelan.

Ia berjalan menuju arah tertentu tanpa ragu.

Beberapa menit kemudian…

GRRRR!

Seekor goblin kecil muncul dari balik semak.

Kulitnya hijau, matanya merah, dan tangannya memegang pisau berkarat.

Goblin itu langsung menyerang.

Namun Kael bergerak lebih cepat.

Ia menghindar dengan mudah lalu memukul leher goblin itu dengan batu tajam yang ia pegang.

CRACK!

Goblin itu jatuh ke tanah.

Tak bernyawa.

Sebuah jendela biru muncul di depannya.

Goblin terbunuh

Progress: 1/10

Kael menatap notifikasi itu dengan tenang.

"Masih sembilan lagi…"

Ia tidak tahu bahwa saat ini ribuan orang di lantai pertama sedang berjuang mati-matian melawan goblin.

Namun bagi Kael…

Ini hanyalah awal dari perjalanan menuju puncak menara.

More Chapters