(Upacara pembukaan baru saja selesai, Yoga si Ketua OSIS hendak pergi ke belakang sekolah untuk bertemu dengan teman-temannya)
…
..
(Suara langkah kaki mengejar)
"Kak tunggu!"
(Menoleh ke belakang)
BA-DUMP!
"Siapa dia? Begitu…cantik? (senyum) payah, dasar buaya. Bukankah aku memang suka melihat perempuan cantik?"
(Ia berhenti di depanku dengan napas terengah-engah)
BA-DUMP!
"Mengapa aku….gugup?...
…sial…..terlihat sangat imut…dan entah mengapa….wangi? Dasar cabul! Apa yang kupikirkan?!Tapi….entah mengapa yang ini berbeda dari seperti biasanya."
"Kak, kakak…yang namanya Yoga, kan?"
(Mendekat) "Itu betul. Apa kamu ingin mendaftar masuk OSIS?"
"Itu benar, namun tujuanku ke sini bukan untuk itu. Namaku Cika, aku mau bilang bahwa….pidatomu tadi sangat…..b-bagus!", Cika mengatakannya dengan muka merah malu-malu.
BA-DUMP!
"Sial! Kenapa aku deg-degan?...ini aneh!"
"Benarkah? Ya…sebenarnya tadi itu sangat berat. Berdiri di hadapan para siswa baru…sungguh sebuah pengalaman bagiku.", Yoga menjawab sekeren yang ia bisa.
"Serius? Tapi tadi aku pikir…(mendekat) itu …(semakin dekat)..kakak terlihat sangat keren!" (terlalu dekat), Cika mengatakannya dengan rasa kagum dan mata berbinar.
BA-DUMP!
"Sial! Apa yang dilakukan perempuan ini?! Ingin membuatku mati dengan keadaan salting? Ini terlalu dekat! Bahkan bisa dibilang jarak ideal untuk…ciu- APA YANG KUPIKIRKAN?! ITU ANAK ORANG, YOGA!", pikiran itu membuat mukanya memerah
….
…
OH
(tersadar)
"Maaf Kak, a-aku gak sengaja! Aku cuma terlalu…",ungkap Cika dengan muka memerah dan perasaan malu.
"Bersemangat?", timpal Yoga yang mencoba tetap tenang.
Perkataannya segera dibalas dengan anggukan lesu dari Cika.
"Ya…aku tidak tahu kamu anggap aku sebagai apa, tapi saat aku bertemu dengan orang yang aku kagumi, tentu aku juga demikian. Kita sama."
...
"Kita…sama?", tanya Cika dengan matanya yang mulai berbinar lagi.
BA-DUMP!
"RANJAU APA YANG SUDAH KUINJAK?! INI BAHAYA! MESKI AKU POPULER, KENYATAANNYA AKU BELUM PERNAH BERPACARAN SAMA SEKALI!"
"Ya…begitulah, hehe", Yoga menjawab dengan gugup.
…
(Tersenyum)
"Ehe, itu terdengar lucu. Kupikir selain…terlihat keren, Kak Yoga juga orang yang bisa menghibur!", jawab Cika dengan tawa kecil.
"Apa itu? Hinaan? Pujian? Apa aku terlihat seperti robot saat berbicara tadi?", tanya Yoga dengan sedikit nada bermain-main.
"Aku serius, itu sebuah pujian. Omong-omong….apa kakak sibuk sepulang sekolah? Aku ingin bertemu, ada sesuatu yang mau aku bicarakan.", lagi-lagi bertanya dengan sedikit memerah.
…
..
.
"HAAAAAH?! Serius? Baru kenal langsung ngajak ketemuan? Apalagi.. sepulang sekolah?!
(Gugup) "B-bisa kok..memangnya ada apa?", dengan badannya yang sudah bergetar, rasanya ia bisa jatuh kapan saja.
"Hehe, ada deh. Kita bertemu di depan gerbang sekolah ya, dah Kak!", ucap Cika sambil berlari pergi meninggalkan Yoga.
"K-kau dengar itu Yoga?"
"Dah Kak!", "Imut banget ga sih?", ia memikirkannya sampai malu-malu sendiri.
…
(Menggelengkan kepala)
"Sekarang aku harus bergegas berkumpul dengan teman-temanku, aku yakin mereka sudah menunggu!", ia berkata sambil berlari sekuat tenaga, berharap tak ada yang melihat kejadian itu dan ia tidak terlambat untuk pertemuannya.
Berlanjut...
