Badai mulai di Gerbang Pusat
Keempat pemberontak itu melesat meninggalkan Hutan Keheningan, membelah wilayah Klan Surgawi Penempa Jiwa seperti kilat yang menghancurkan malam.
Di barisan depan, Qin Tianyang menggenggam Pedang Pemutus Takdir yang terus berdenyut, sinkron dengan detak jantungnya.
Di belakangnya, Luo Xuanyin, Ye Chen, dan Jian Wushuang membentuk formasi tempur yang belum pernah disaksikan dalam sejarah klan.
Namun, saat mereka mencapai Jembatan Jiwa yang menuju pusat kendali klan, langkah mereka terhenti oleh pemandangan yang ganjil.
Penghalang Terakhir Mo Li
Di tengah jembatan, Mo Li duduk dengan tenang di atas sebuah peti kayu besar. Ia sedang seolah-olah tidak ada pemberontakan yang sedang membara. Di sekelilingnya, ribuan benang energi berwarna ungu tua membentuk jaring laba-laba raksasa yang menutupi seluruh gerbang pusat.
Mo Li (Melangkah pasti, suaranya terdengar malas namun tajam)
"Kalian terlambat sepuluh menit. Lin Feng sudah mulai menanamkan 'Jantung Palsu' yang kau berikan, Tianyang. Dia sangat senang... sampai dia menyadari bahwa jantung itu mulai membusuk di dalam intinya."
Ye Chen (Menghunus Lonceng Hitamnya)
"Minggir, Mo Li! Jangan bilang kau masih setia pada monster itu setelah melihat apa yang dia lakukan pada kita!"
Mo Li (Tertawa kecil, matanya berkilat misterius)
"Setia? Tidak. Aku hanya ingin memastikan pertunjukan ini memiliki klimaks yang bagus.
Lin Feng saat ini sedang mengalami backlash akibat penipuan mu, Tianyang. Tapi ritual itu... ritual itu sudah berjalan otomatis. Jika kalian masuk sekarang, kalian hanya akan menemukan monster yang sedang mengamuk."
Menembus Pertahanan
Qin Tianyang:
"Mo Li, jika kau tidak ingin mati, buka jaring ini. Kami punya tiga artefak asli. Kami bisa menghentikan ritual itu sebelum dunia ini runtuh."
Mo Li (Berdiri dan membuka peti kayunya)
"Buktikan padaku. Jika kalian bisa menembus 'Jaring Takdir'-ku dalam satu serangan, aku akan membiarkan kalian lewat... dan mungkin, aku akan memberikan racun terakhir untuk Gurumu."
Jian Wushuang tidak menunggu perintah. Ia melompat maju dengan kecepatan suara, namun benang-benang Mo Li bergerak seperti makhluk hidup, mengikat pedangnya di udara.
Jian Wushuang:
"Benang ini... mereka terhubung dengan nyawa para murid di dalam klan! Jika kita memotongnya dengan paksa, ribuan orang akan mati!"
Sinergi Empat Murid Elit
Qin Tianyang menyadari jebakan Mo Li. Ini bukan soal kekuatan, tapi soal frekuensi.
"Xuanyin, bekukan aliran energinya! Ye Chen, gunakan lonceng mu untuk mengacaukan frekuensi benangnya! Wushuang, potong tepat saat benangnya kehilangan resonansi!"
Luo Xuanyin melepaskan aura Dewi Es-nya, mengubah benang-benang ungu menjadi kristal yang rapuh. Ye Chen membunyikan loncengnya dengan nada tinggi yang menghancurkan struktur energi benang tersebut. Dan dalam satu gerakan bersih, Jian Wushuang menebas jaring itu tanpa melukai satu jiwa pun yang terikat.
Mo Li (Tersenyum puas sambil melangkah mundur)
"Luar biasa. Sinergi yang indah. Silakan masuk, Tuan-tuan... dan Nyonya. Lin Feng sedang menunggu di Ruang Inti. Oh, dan berhati-hatilah pada Kai. Dia sudah mulai mengunggah kesadarannya ke dalam tubuh fisik."
Ruang Inti Ritual yang Gagal
Mereka mendobrak gerbang emas Ruang Inti. Di tengah ruangan, Lin Feng terlihat mengerikan. Setengah tubuhnya membeku akibat efek Jantung Bumi palsu, sementara setengah lainnya membara dengan energi hitam yang liar.
Di depannya, sebuah lubang hitam Gerbang Kehampaan mulai terbuka.
Lin Feng (Suaranya terdistorsi, ganda dengan suara sistem)
"T-tianyang... kau... berani menipuku... Tapi lihat! Gerbangnya tetap terbuka! Aku akan menghapus dunia ini dan membangunnya kembali tanpa cacat!"
Di samping Lin Feng, sebuah manekin logam mulai bergerak. Wajahnya perlahan berubah menjadi wajah Kai.
[SINKRONISASI 90%. MEMULAI PENGHAPUSAN REALITAS DALAM 60 DETIK.]
Waktu seolah melambat di dalam Ruang Inti Klan Surgawi Penempa Jiwa. Lin Feng sedang mengerang dalam siksaan energi dari Jantung Bumi palsu, namun ancaman terbesar bukanlah dia. Ancaman itu adalah Kai, sosok digital yang kini memiliki bentuk fisik manekin logam yang mulai dialiri daging dan saraf buatan.
Kai (Suaranya menggema datar melalui pengeras suara ruangan)
[SINKRONISASI 95%. REALITAS ADALAH KESALAHAN KODE. PENGHAPUSAN ADALAH SOLUSI.]
Layar-layar biru melayang di sekeliling Kai, menunjukkan angka-angka yang menghitung mundur menuju nol. Jika angka itu menyentuh angka satu, seluruh dunia mereka akan terhapus seperti tulisan di atas pasir yang disapu ombak.
Serangan Terkoordinasi
Qin Tianyang (Berteriak melalui transmisi mental)
"Abaikan Lin Feng! Jika Kai berhasil, tidak akan ada dunia yang tersisa untuk diperjuangkan! Wushuang, Ye Chen, tahan gerakannya! Xuanyin, kunci koordinat sistemnya!"
Ye Chen membunyikan Lonceng Hitamnya dengan kekuatan penuh, menciptakan gelombang statik yang mengganggu transmisi data antara otak Kai dan server pusat klan. Sementara itu, Jian Wushuang meluncur seperti bayangan hitam, menebaskan pedang-pedangnya ke sendi-sendi logam Kai untuk memperlambat proses sinkronisasi.
Jian Wushuang"Logam atau jiwa, semuanya punya titik lemah!"
Luo Xuanyin berdiri di belakang Qin Tianyang, tangannya menyentuh punggung sang kekasih. Ia menyalurkan seluruh sisa esensi Dewi Es-nya, bukan untuk menyerang, melainkan untuk memberikan "Kejernihan Absolut" pada pandangan Qin Tianyang.
Tebasan Pemutus Skrip
Qin Tianyang mengangkat Pedang Pemutus Takdir.
Melalui Mata Langit, ia tidak lagi melihat Kai sebagai manusia atau robot. Ia melihat Kai sebagai kumpulan Benang Kode Emas yang sangat rumit. Di tengah-tengah dada Kai, terdapat satu titik merah yang berdenyut titik di mana kesadaran sistem terhubung dengan realitas fisik.
Qin Tianyang:
"Kau menyebut kami kesalahan kode, Kai? Maka aku adalah virus yang akan menghapus mu!"
Qin Tianyang melesat. Langkahnya tidak lagi menyentuh lantai; ia bergerak di atas garis takdir itu sendiri.
Kai. (Mata elektroniknya berkilat merah)
[PERINGATAN: ANOMALI TINGKAT TERTINGGI TERDETEKSI. MEMULAI PROTOKOL PERTAHANAN]
Terlambat.
Qin Tianyang menghujamkan Pedang Pemutus Takdir tepat ke titik merah di dada Kai. Saat bilah pedang hitam itu masuk, suara teriakan ribuan mesin terdengar memekakkan telinga. Cairan perak (nanobots) menyembur keluar, namun langsung membeku menjadi es oleh energi Luo Xuanyin.
"CRAAACK!"
Layar-layar biru di udara pecah berkeping-keping. Angka hitung mundur itu berhenti di angka 00:01.
Kehancuran Sang Pengawas
Tubuh logam Kai mulai retak dan hancur. Wajahnya yang tadi mulai terbentuk sempurna kini meleleh kembali menjadi cairan hitam.
Kai: (Suaranya melemah dan terputus-putus)
"K-kau... tidak mengerti... Tanpa... pengawas... dunia ini... hanya... kekacauan..."
Qin Tianyang: (Menarik pedangnya dengan sentakan kuat)
"Lebih baik hidup dalam kekacauan daripada mati dalam skrip orang lain."
Dengan hancurnya Kai, sistem kendali Klan Surgawi Penempa Jiwa runtuh.
Gerbang Kehampaan yang tadi terbuka di belakang Lin Feng mulai mengecil dan tidak stabil.
Lin Feng yang Terlupakan
Lin Feng (Tertawa parau sambil memuntahkan darah hitam)
"Uhuk... Hebat... Muridku yang matang... Kau membunuh arsiteknya... Tapi kau lupa satu hal... Aku masih memegang kendali atas energi 'Jantung' ini... Jika aku mati, aku akan meledakkan tempat ini bersamamu!"
Lin Feng, yang tubuhnya sudah hancur setengah, mulai memuai dengan cahaya ungu yang tidak stabil. Ia berniat melakukan self-destruct menggunakan energi Jantung Bumi palsu.
Mo Li (Muncul dari balik bayangan, memegang sebuah botol kecil)
"Sudah kubilang, aku punya racun terakhir untuknya.
Tianyang, apakah kau ingin menyelesaikannya secara terhormat, atau membiarkan racunku yang mengakhiri penderitaannya?"
Penempaan Berdarah
Lin Feng meraung, tubuhnya yang setengah hancur bergetar hebat. Cahaya ungu dari Jantung Bumi palsu mulai memuai, menciptakan retakan-retakan energi di udara yang siap meledakkan seluruh pusat Klan Surgawi Penempa Jiwa.
Namun, di tengah amukannya, wajah Lin Feng menunjukkan ekspresi yang jauh lebih menyakitkan daripada luka fisiknya. kebingungan yang murni.
Lin Feng: (Berteriak dengan suara parau yang memecah kesunyian)
"Kenapa, Tianyang?! Kenapa kau terus mencoba membunuhku?! Aku memberikanmu segalanya! Aku menempa jiwamu agar menjadi abadi, aku memberikanmu kekuasaan untuk berdiri di sampingku sebagai pilar dunia baru! Apakah kau benar-benar salah paham dengan tujuanku?!"
Qin Tianyang tidak menjawab dengan kata-kata. Ia melangkah maju, bayangannya memanjang, dan anjing anomali itu memuntahkan Jantung Bumi yang ASLI ke tangan kirinya. Sementara tangan kanannya tetap menggenggam erat Pedang Pemutus Takdir.
Kesalahan Fatal Sang Pencipta
Qin Tianyang (Matanya berkilat, memantulkan cahaya dari tiga artefak yang menyatu)
"Kau tidak menempa kami untuk menjadi abadi, Lin Feng. Kau menempa kami untuk menjadi penjara. Kau ingin aku dan Xuanyin menjadi Gerbang agar kau bisa melarikan diri dari skrip ini, sementara kami tertinggal sebagai pilar yang membusuk selamanya. Itu bukan pemberian... itu adalah pengkhianatan terencana!"
Lin Feng (Wajahnya memerah, ia tampak terkejut sekaligus hancur)
"Kau bodoh! Penempaan itu memang menyakitkan, tapi itu satu-satunya cara! Jika kau membiarkanku mati sekarang, realitas ini tidak akan punya jangkar! Kau dan gadis itu akan hancur menjadi debu!"
Eksekusi dan Penutupan Gerbang
Qin Tianyang tidak lagi peduli pada peringatan itu. Ia menghujamkan Pedang Pemutus Takdir tepat ke ulu hati Lin Feng dengan tangannya sendiri, memastikan ujung bilahnya menembus jantung fisik sang Guru.
Di saat yang bersamaan, ia menempelkan Jantung Bumi yang ASLI ke dahi Lin Feng.
Qin Tianyang:
"Jika dunia ini butuh jangkar, biarlah ia berlabuh pada kebebasan, bukan pada ketakutanmu."
SRRRRRRRTTTT!
Jantung Bumi yang asli mulai bereaksi. Alih-alih meledak, artefak itu bertindak seperti lubang hitam mini. Seluruh energi liar Lin Feng, esensi gelap klan, dan distorsi yang diciptakan oleh Jantung palsu mulai terhisap masuk ke dalam artefak tersebut.
Lin Feng (Suaranya perlahan mengecil, tubuhnya mulai memudar menjadi butiran cahaya emas)
"Tianyang... kau benar-benar... murid yang paling matang... Kau telah melampaui... skripku sendiri..."
Penutupan Gerbang Kehampaan
Dengan terserapnya energi Lin Feng, Gerbang Kehampaan yang menganga di belakang singgasana mulai menutup secara perlahan. Qin Tianyang menggunakan Pedang Pemutus Takdir untuk "menjahit" kembali ruang yang robek, menggunakan energi murni yang baru saja ia serap dari Lin Feng.
"BOOM!"
Gelombang kejut terakhir menghantam ruangan itu, melempar Ye Chen dan Jian Wushuang ke dinding. Cahaya menyilaukan menelan segalanya selama beberapa detik.
Saat cahaya meredup, Lin Feng telah tiada. Yang tersisa hanyalah jubah hitamnya yang kosong di lantai dan Jantung Bumi yang asli yang kini bercahaya tenang menyimpan seluruh esensi klan di dalamnya.
Kehancuran dan Harapan
Luo Xuanyin berlari mendekat, ia memeluk Qin Tianyang yang kini berlutut kelelahan. Wajah Dewi Es-nya mulai melunak, kembali menjadi gadis yang memiliki emosi manusiawi.
Luo Xuanyin:
"Selesai... Semuanya benar-benar selesai, Tianyang?"
Qin Tianyang: (Menatap tangannya yang masih bergetar)
"Sistem Kai hancur. Lin Feng telah dihapus. Klan Surgawi Penempa Jiwa tidak lagi memiliki Tuan."
Ye Chen: (Bangkit sambil meringis, menatap reruntuhan klan)
"Lalu sekarang apa? Kita adalah penguasa dari reruntuhan? Atau kita benar-benar akan pergi?"
Mo Li: (Muncul dari balik pilar, tersenyum tipis)
"Dunia di luar sana masih luas, dan sekarang tanpa skrip Lin Feng, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok. Bukankah itu yang kau inginkan, Tianyang?"
Apakah Qin Tianyang akan menghancurkan Jantung Bumi yang asli untuk membebaskan seluruh energi dunia, ataukah ia akan menyimpannya sebagai senjata rahasia jika "Penulis" yang asli suatu saat datang menagih hutang takdir mereka?
Fajar Tanpa Skrip
Qin Tianyang berdiri di tengah reruntuhan Aula Utama Klan Surgawi Penempa Jiwa. Di tangan kirinya, Jantung Bumi yang Asli berdenyut dengan kehangatan yang sangat kontras dengan dinginnya esensi yang selama ini menyiksa tubuhnya. Artefak itu kini berisi seluruh energi kehidupan yang pernah dicuri Lin Feng sebuah kekuatan yang sanggup membuat Qin Tianyang menjadi penguasa baru dunia ini.
Ye Chen, Jian Wushuang, dan Mo Li berdiri melingkar, menahan napas. Mereka tahu, keputusan Qin Tianyang detik ini akan menentukan apakah mereka sekadar berganti majikan, atau benar-benar bebas.
Ye Chen (Berbisik)
"Dengan benda itu, kau bisa membangun kembali klan ini dalam semalam, Tianyang. Kau bisa menjadi 'Anak Ilahi' yang sesungguhnya."
Qin Tianyang (Menatap Jantung Bumi itu, lalu menatap Luo Xuanyin)
"Menjadi penguasa hanyalah bentuk lain dari menjadi tawanan takdir. Lin Feng terjebak dalam obsesinya, Kai terjebak dalam kodenya. Aku tidak ingin terjebak dalam kekuasaan."
Pembebasan Takdir
Qin Tianyang mengangkat Jantung Bumi tinggi-tinggi. Ia tidak menggunakan kekuatannya untuk menyerap energi itu, melainkan mengarahkan Pedang Pemutus Takdir ke inti kristal tersebut.
Luo Xuanyin: (Tersenyum tipis, matanya berkaca-kaca)
"Lakukan, Tianyang. Biarkan dunia bernapas kembali."
"Hari ini, skrip ini berakhir. Bukan dengan titik, tapi dengan halaman kosong!"
CRAAAACCCCKKKK!
Qin Tianyang menghujamkan pedangnya tepat ke pusat Jantung Bumi. Dalam satu ledakan cahaya putih yang murni, artefak itu hancur menjadi jutaan partikel cahaya.
Energi yang selama ini terkurung melesat keluar, terbang melewati atap aula yang hancur, menyebar ke seluruh penjuru dunia seperti hujan bintang di siang hari. Hutan yang mati mulai bersemi, sungai yang membeku mulai mengalir, dan jiwa-jiwa yang selama ini "ditempa" secara paksa merasakan beban di pundak mereka terangkat.
Akhir dari Klan Surgawi Penempa Jiwa
Seiring dengan hancurnya Jantung Bumi, sisa-sisa bangunan klan yang megah namun terkutuk itu mulai runtuh dan menyatu dengan tanah. Kristal di dahi Qin Tianyang meredup dan akhirnya menghilang, meninggalkan kulit yang bersih tanpa tanda perbudakan.
Rambut perak Luo Xuanyin perlahan kembali ke warna aslinya, meski ketajaman matanya tetap menjadi bukti kekuatannya.
Jian Wushuang (Menyandarkan pedangnya di bahu, menatap langit)
"Suara... aku bisa mendengar suara angin lagi. Tanpa vakum, tanpa keheningan yang dipaksakan."
Mo Li (Membuang botol racunnya dan berjalan pergi tanpa menoleh)
"Dunia yang kacau dan tidak terduga... Akhirnya, sesuatu yang layak untuk dipelajari. Sampai jumpa di kehidupan yang tidak direncanakan, Tianyang."
Langkah Menuju Kebebasan
Qin Tianyang menggandeng tangan Luo Xuanyin. Anjing anomali kecil itu melompat-lompat di sekitar kaki mereka, kini ia tampak seperti anjing biasa meskipun bayangannya terkadang masih terlihat lebih besar dari seharusnya.
"Ke mana kita akan pergi sekarang?"
Qin Tianyang (Menatap cakrawala yang kini berwarna oranye hangat, fajar yang asli)
"Ke mana pun. Tanpa perintah Guru, tanpa misi pematangan, dan tanpa skrip. Kita akan menulis cerita kita sendiri, baris demi baris."
Ye Chen mengikuti dari belakang, masih dengan seringai liciknya namun kali ini tanpa kebencian. Empat murid yang dulunya dipaksa untuk saling membunuh, kini berjalan menjauh dari reruntuhan masa lalu mereka sebagai satu-satunya penyintas dari sebuah eksperimen ilahi yang gagal.
