Cherreads

Chapter 892 - Bajak Laut dari Cosmic Void

Perjalanan menuju Abell 2029 tidak berlangsung singkat.

Armada Andromeda dan Tringgulung terus melaju melewati lautan galaksi yang seolah tidak memiliki ujung. Namun, kali ini mereka tidak menemukan portal dimensi, gerbang kosmik, ataupun jalur pintas yang dapat mempercepat perjalanan.

Mereka benar-benar harus menempuh jarak tersebut secara langsung.

Di dalam Nexus, suasana jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya.

Layar holografik besar menampilkan peta wilayah Universe.

Sebuah titik merah berkedip di kejauhan.

ABELL 2029.

Aryes berdiri di depan layar sambil menyilangkan kedua tangannya.

Pikirannya masih tertuju pada peringatan Volts Teressgrid.

"Bootes Void..." gumamnya.

Lira yang duduk di dekat panel navigasi menoleh.

"Anda masih memikirkan mereka, Komandan?"

Aryes mengangguk.

"Ya. Xyros mengatakan Cosmic Void adalah musuh para Supercluster."

Ia memperbesar peta.

"Kalau begitu, mereka bukan sekadar kelompok penjahat biasa."

Violys mendekat.

"Menurutmu, mereka seperti apa?"

Aryes terdiam beberapa saat sebelum menjawab.

"Kalau berdasarkan semua informasi yang kita punya..."

Ia menunjuk wilayah gelap pada peta.

"Mereka seperti penjahat dan bajak laut alam semesta."

Jester langsung mengangkat alis.

"Bajak laut?"

Aryes memperkecil kembali peta.

"Mereka bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain, mengambil alih kawasan yang mereka inginkan dan mengubahnya menjadi bagian dari kekuasaan mereka."

Lira mengangguk pelan.

"Tapi ada sesuatu yang aneh."

"Apa itu?"

"Kalau mereka hanya peradaban atau kerajaan biasa, kita seharusnya bisa mencari sejarah, asal-usul, planet asal, atau struktur pemerintahan mereka."

Lira mulai menjalankan beberapa pencarian melalui sistem Nexus.

Berbagai data kosmik muncul.

Namun hampir semuanya berakhir dengan tanda peringatan.

DATA TIDAK DITEMUKAN.

ASAL-USUL TIDAK TERIDENTIFIKASI.

Lira mengerutkan kening.

"Aku tidak menemukan apa pun."

Violys ikut melihat layar.

"Benar-benar tidak ada?"

"Tidak ada."

Lira menggeleng.

"Cosmic Void bukan sebuah peradaban."

Ruangan menjadi hening.

Aryes menatap layar dengan serius.

"Jadi mereka bukan bangsa?"

"Bukan dalam pengertian biasa."

Lira menggeser beberapa data.

"Cosmic Void lebih mirip kumpulan entitas atau kekuatan yang berasal dari ruang kosong kosmik. Tidak ada sejarah peradaban yang jelas. Tidak ada satu planet asal. Tidak ada struktur masyarakat yang bisa kita pahami."

Jester justru tersenyum.

"Menarik."

Semua menoleh kepadanya.

Jester menyandarkan tubuhnya pada kursi.

"Kalau begitu kita tidak perlu repot mencari kerajaan mereka."

Ia mengepalkan tangannya.

"Kita tinggal menemukan pasukannya."

Violys menghela napas.

"Kau memang selalu memikirkan pertarungan."

"Tentu."

Jester tertawa kecil.

"Kalau Bootes Void benar-benar sekuat yang dikatakan Xyros, aku ingin melihat sendiri seberapa kuat mereka."

Aryes tidak ikut tertawa.

Ia kembali melihat peta.

"Jangan meremehkan mereka."

Nada suaranya berubah serius.

"Mereka bukan sekadar pasukan luar angkasa."

Aryes menunjuk simbol-simbol yang mewakili Supercluster.

"Cosmic Void mampu menentang para Supercluster."

Lira terdiam.

Violys juga tidak berkata apa-apa.

Jester perlahan berhenti tersenyum.

Aryes melanjutkan.

"Supercluster bukan sekadar makhluk kuat. Mereka adalah salah satu pilar yang menjaga struktur Universe."

"Dan Cosmic Void..."

Aryes menatap titik merah Abell 2029.

"...berani berhadapan dengan mereka."

Di sisi lain ruangan, Zero berdiri diam.

Tangannya perlahan mengepal.

Ia sudah memahami sesuatu yang tidak bisa lagi mereka abaikan.

Musuh yang akan mereka hadapi kali ini bukan lagi naga raksasa.

Bukan kerajaan galaksi.

Bukan armada biasa.

Bahkan bukan kekuatan yang hanya menguasai satu galaksi.

Mereka akan menghadapi kekuatan yang berada pada tingkatan Supercluster.

Zero menundukkan kepalanya.

"Manusia biasa..."

Tangannya semakin erat mengepal.

"...tidak seharusnya menantang kekuatan seperti itu."

Lira menatapnya.

Zero melanjutkan dengan suara rendah.

"Kita bahkan tidak tahu batas kekuatan mereka."

Ia menatap keluar jendela Nexus.

Di luar sana, miliaran galaksi bergerak perlahan seperti bintang-bintang kecil di tengah lautan tanpa batas.

"Jika Supercluster adalah salah satu pilar Universe..."

Zero menarik napas.

"...maka kekuatan mereka mungkin berada jauh di luar apa yang bisa dibayangkan manusia."

Tidak ada yang membantah.

Jester kali ini hanya diam.

Aryes kemudian menatap seluruh anggota Nexus.

"Kita memang tidak tahu apa yang menunggu di Abell 2029."

Ia mengepalkan tangannya.

"Tapi kita sudah memilih untuk datang."

Violys mengangguk.

"Kita tidak bisa berbalik sekarang."

Lira menatap koordinat tujuan.

"Abell 2029 masih jauh."

"Berapa lama lagi?" tanya Jester.

"Belum bisa dipastikan."

Jester menghela napas.

"Perjalanan tanpa portal memang merepotkan."

Aryes tersenyum tipis.

"Kalau begitu, gunakan waktu ini untuk bersiap."

Semua kembali memperhatikan layar holografik.

Titik merah Abell 2029 terus berkedip dari kejauhan.

Sementara itu, di luar Nexus...

Armada Andromeda dan Tringgulung tetap bergerak menembus lautan galaksi.

Tidak ada portal.

Tidak ada jalan pintas.

Hanya perjalanan panjang menuju wilayah yang sedang dikuasai oleh Bootes Void.

More Chapters