Cherreads

Chapter 891 - Invasi Bootes Void

Armada Andromeda terus bergerak menembus lautan galaksi.

Di dalam kapal utama Andromeda, suasana awalnya tenang.

Xyros berdiri di depan jendela observasi, sementara Meracles memeriksa berbagai data kosmik yang ditampilkan pada layar holografik.

Tiba-tiba—

BEEP!

Sebuah sinyal komunikasi masuk.

Meracles menoleh.

"Ada transmisi."

Xyros segera mendekat.

Layar hologram besar muncul di tengah ruangan.

Sosok seorang pemuda terlihat di dalamnya.

Ia memiliki rambut putih dan mengenakan perlengkapan tempur sederhana.

Di pinggangnya terdapat sebuah pedang merah.

Volts Teressgrid.

Ia merupakan perwakilan dari Planet Redgiant.

Wajah Volts terlihat serius.

"Tuan Xyros."

Xyros mengangguk.

"Volts."

Meracles langsung bertanya,

"Ada apa?"

Volts menarik napas.

"Situasi darurat."

Ia kemudian menampilkan peta holografik sebuah wilayah kosmik.

Sebuah gugus galaksi raksasa muncul.

"Abell 2029."

Xyros dan Meracles memperhatikan peta tersebut.

Volts melanjutkan.

"Di sana terjadi kekacauan besar."

Gambar berubah.

Berbagai titik merah muncul di antara gugusan galaksi.

"Armada Cosmic Void telah memasuki wilayah tersebut."

Meracles mengerutkan kening.

"Cosmic Void?"

Volts mengangguk.

"Kelompok penjahat hampa alam semesta."

"Mereka menginvasi setiap gugus galaksi yang mereka temukan."

Xyros mengepalkan tangannya.

"Untuk apa mereka melakukannya?"

"Memperluas wilayah kekuasaan mereka."

Volts memperbesar peta.

Sebuah wilayah berwarna hitam menyebar perlahan dari satu titik ke titik lainnya.

"Kelompok yang saat ini menguasai wilayah tersebut bernama Bootes Void."

Meracles terdiam.

Nama itu tidak asing bagi mereka.

Cosmic Void bukan kelompok biasa.

Mereka dikenal sebagai salah satu musuh para Supercluster.

Kelompok yang menjadikan kehampaan sebagai sumber kekuatan dan wilayah kekuasaan.

Volts berkata,

"Bootes Void sudah menguasai sebagian besar wilayah Abell 2029."

"Jika mereka terus berkembang..."

Peta berubah semakin gelap.

"...seluruh gugus Abell 2029 bisa berubah menjadi ruang hampa."

Meracles terkejut.

"Seluruh gugus?"

"Ya."

Volts mengangguk.

"Dan bukan hanya itu."

Ia menampilkan sebuah galaksi raksasa di tengah Abell 2029.

"Galaksi IC 1101."

Xyros langsung memahami maksudnya.

"Galaksi pusat Abell 2029."

"Benar."

Volts menatap mereka dengan serius.

"Jika IC 1101 jatuh..."

Ia berhenti sejenak.

"...pertahanan Abell 2029 akan runtuh."

Meracles terdiam.

Xyros juga tidak berkata apa-apa.

Mereka saling pandang.

Perjalanan mereka seharusnya membawa mereka menuju batas Universe.

Namun sekarang sebuah ancaman besar muncul di tengah perjalanan.

Meracles mengepalkan tangan.

"Kita tidak bisa membiarkannya."

Xyros mengangguk.

"Kalau Bootes Void berhasil menguasai seluruh Abell 2029, dampaknya bisa menyebar jauh lebih luas."

Volts menatap mereka dari hologram.

"Karena itu saya menghubungi kalian."

Xyros mengambil tombak kosmiknya.

"Berapa lama sebelum IC 1101 jatuh?"

Volts terdiam sebentar.

"Kita tidak punya banyak waktu."

Meracles memandang peta tersebut.

Kemudian ia menatap Xyros.

"Sepertinya perjalanan kita harus berubah arah."

Xyros tersenyum tipis.

"Untuk sementara."

Ia memandang wilayah Abell 2029 yang dipenuhi titik merah.

"Kita selamatkan Abell 2029."

Meracles mengangguk.

"Dan IC 1101."

Volts terlihat sedikit lega.

"Semoga berhasil."

Transmisi mulai melemah.

Sebelum layar menghilang, Volts berkata,

"Berhati-hatilah."

"Bootes Void bukan sekadar pasukan penjahat."

"Mereka adalah bagian dari Cosmic Void."

Hologram kemudian menghilang.

Ruangan kembali sunyi.

Xyros dan Meracles berdiri di depan peta Abell 2029.

Di kejauhan, wilayah tersebut tampak seperti gugusan bintang biasa.

Namun di balik keindahannya—

kehampaan sedang menyebar.

Xyros menggenggam tombaknya.

"Meracles."

"Ya?"

"Kita menuju Abell 2029."

Meracles mengangguk.

"Dan kita harus menyelamatkan IC 1101 sebelum Bootes Void mengubah seluruh gugus itu menjadi kehampaan."

Kapal utama Andromeda mulai mengubah arah.

Armada Andromeda ikut bergerak.

Di kejauhan, Armada Tringgulung juga mulai mengikuti perubahan formasi.

More Chapters