Cherreads

Chapter 1 - Sailing the Sea

Liko adalah seorang remaja berusia enam belas tahun yang hidup sederhana bersama ibunya. Ayahnya telah lama hilang di tengah badai laut. Meski begitu, Liko tak pernah membenci lautan. Justru sebaliknya, ia ingin menaklukkannya.

Setiap sore, ia membantu para nelayan dan belajar membaca arah angin, arus, dan bintang. Dalam hatinya, ia berjanji suatu hari akan berlayar lebih jauh dari siapa pun di desanya.

Suatu hari, Liko menemukan sebuah botol terdampar di pantai. Di dalamnya terdapat peta tua yang menunjukkan pulau tak bernama di tengah Samudra Selatan.

Di sudut peta tertulis: "Harta sejati ada pada mereka yang berani."

Sejak saat itu, pikirannya dipenuhi satu tujuan: menemukan pulau tersebut.

Liko menemukan kapal kayu tua milik pamannya yang sudah lama tak terpakai. Dengan kerja keras, ia memperbaikinya sedikit demi sedikit.

Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan:

Rena, gadis cerdas ahli navigasi

Bima, pemuda kuat dan setia

Taro, pelaut tua penuh pengalaman

Mereka sepakat berlayar bersama.

---

Bab 4: Keberangkatan

Pada fajar merah muda, kapal Bintang Laut meninggalkan dermaga. Ibu Liko menatap dari kejauhan dengan mata berkaca-kaca, namun penuh kebanggaan.

Petualangan pun dimulai.

Di tengah laut lepas, badai besar menerjang. Ombak setinggi gunung menghantam kapal.

Liko hampir menyerah, tetapi teringat janjinya. Dengan keberanian, ia memimpin kru melewati badai.

Mereka selamat, namun kapal rusak parah.

Mereka terdampar di pulau berkabut. Di sana, mereka menemukan reruntuhan peradaban kuno.

Taro menceritakan legenda tentang penjaga laut yang melindungi rahasia pulau itu.

Malam itu, suara aneh terdengar dari hutan.

Konflik muncul ketika Bima mencurigai peta itu palsu. Rena hampir menyerah.

Liko mengumpulkan mereka dan berkata:

> "Kita bukan berlayar demi harta, tapi demi mimpi kita."

Kata-kata itu menyatukan mereka kembali.

Kabut tebal menutupi langit. Mereka kehilangan arah selama tiga hari.

Rena menggunakan insting dan gelombang laut untuk menavigasi kapal.

Akhirnya, mereka menemukan jalur keluar.

Di kejauhan, tampak pulau yang sesuai dengan peta.

Pasirnya keemasan, airnya jernih, dan di tengah pulau terdapat gua besar.

Di sanalah rahasia menanti.

Di dalam gua, mereka menemukan bukan emas, melainkan buku-buku kuno dan peta dunia.

Tertulis kisah para pelaut terdahulu.

Liko sadar: harta sejati adalah pengetahuan dan keberanian.

Mereka kembali ke desa dengan selamat.

Liko membawa cerita, pengalaman, dan tekad baru.

Ia tak lagi hanya bermimpi, ia telah membuktikannya.

Beberapa tahun kemudian, Liko menjadi kapten kapal terkenal.

Ia membuka sekolah pelayaran untuk anak-anak desa.

Di setiap kisahnya, ia selalu berkata:

> "Jangan takut berlayar. Laut mengajarkan kita tentang hidup."

---

Tamat

More Chapters