⚡ CHAPTER 105 — "Pembunuh Dewa Es, Penculikan Zura, dan Amukan Damien"
---
🌘 ADEGAN 1 — Zura Disergap di Hutan Gelap
Zura berjalan sendirian di hutan.
Langkahnya tenang, tapi aura dingin mengitarinya.
Namun tiba-tiba—
udara membeku.
CRAAACK—!!
Kabut es turun perlahan.
Zura berhenti.
Matanya menyipit.
> "Ini bukan cuaca alami."
Seseorang muncul dalam kabut—
berjubah putih biru, wajah tertutup topeng salju.
Suara datar:
> "Perintah Dewa Es. Target: Damien Arclight. Tapi kau… penghalang pertama."
Zura tak berkedip.
> "Kau tak bisa menyentuh Damien."
Pembunuh itu mengangkat tangan.
Es bentuk tombak muncul.
> "Aku tidak butuh izinmu, boneka."
Zura mendesis kecil.
Kalau bukan boneka, itu pasti ekspresi tersinggung.
---
❄️ ADEGAN 2 — Zura Diculik
Pembunuh Dewa Es mengaktifkan formasi es berbentuk kubah.
Zura bergerak—
cepat seperti petir hitam.
Tapi—
SWOOOSH—!!
Formasi mengunci ruang.
Elemen-elemen Zura saling mengacau:
Petir = tertekan
Api = dipadamkan
Es = dibekukan ulang
Kegelapan = terhalang cahaya es
Zura menggertakkan gigi.
> "Tch… teknik ini khusus melawan aku."
Pembunuh itu tersenyum tipis dari balik topeng.
> "Dewa Es mempelajari struktur inti-mu sebelum Damien mengaktifkan Teknik Jiwa. Kau tidak bisa menang."
Zura mencoba keluar—
tapi seluruh formasi berubah menjadi rantai es spiritual dan membelit tubuhnya.
CRRAAAK—!!
Tubuh Zura terperangkap, tidak bisa bergerak.
Pembunuh itu mengangkat Zura seperti barang bawaan.
> "Target secondary: ditangkap hidup-hidup. Dewa Es ingin mempelajarinya."
Zura menatap kosong.
Tapi matanya bergetar sedikit.
> "…Damien."
Dan tubuhnya menghilang dalam cahaya biru.
---
🔥 ADEGAN 3 — Damien Merasakan Sesuatu Hilang
Damien masih berdiri di tempat latihan, memegang dadanya.
Scarlet Core-nya berdetak…
lalu tiba-tiba terbelah sejenak.
Damien terjatuh berlutut.
Hana dan Rex panik.
"DAMEN???"
"BRO???"
Damien menggigit giginya.
> "…Zura."
Rex melotot.
"Jangan bilang dia… kena masalah?!"
Damien berdiri.
Aura Scarlet Core dan Petir Ungu-nya berkumpul.
Wajahnya gelap.
> "Dia hilang. Ada seseorang… membawa pergi dia."
Suara Misterius muncul:
[Damien… ini buruk. Teknik Jiwa yang kupasangkan pada Zura terhubung dengan jiwamu. Jika dia rusak… kau ikut retak.]
Damien mengepalkan tangan.
> "Siapa berani-beraninya sentuh Zura…"
Suara Misterius hendak menjawab, tapi—
---
😂 ADEGAN 4 — Kael (Dewa Bulan) & Suara Misterius Ribut Kecil
Di dalam ruang batin Damien:
Kael, ayahnya, Dewa Bulan, muncul sambil makan buah bulan (entah dari mana dia dapat).
Kael:
"Ehhhhh anakku jelas diincar. Suara Misterius, kau telat kasih info."
Suara Misterius:
[SIALAN. AKU SEDANG SIBUK MEMPERBAIKI INTI JIWA YANG KAU RUSAK JUGA.]
Kael:
"HEY hey hey, itu bukan salahku. Itu salah anakku yang barbar — sama kaya ibunya."
Suara Misterius:
[Ibunya tidak barbar.]
Kael:
"HEH?? Kau lebih tahu dari aku yang menikahinya??"
Damien yang luar sadar:
> "…KALIAN BERDUA BERHENTI NGEBACOT—ZURA DICULIK."
Tiba-tiba mereka berdua diam.
Suara Misterius:
[…oke, itu serius.]
Kael:
"…siapa kurang ajar berani nyentuh boneka ciptaan anakku?"
Damien:
"Aurelius Frosmourn. Calamity Overlord Realm 4."
Kael langsung jatuh ke belakang.
"HAH?? DEWA ES ITU??! KAU NGAPAIN SAMPE MUSUHIN DIA???"
Damien:
"Bukan aku yang cari masalah. Dia yang kirim pembunuh."
Kael: "Bro—itu dia emang cari masalah."
Suara Misterius: [Dan Damien akan membalasnya.]
Keduanya menatap Damien dengan ekspresi "anak ini mau bunuh Overlord realm".
---
🌪 ADEGAN 5 — Damien Amuk, Aura Bangkit
Damien membuka mata.
Scarlet Core menyala cerah.
Petir ungu mengelilinginya.
Udara bergetar.
Rex dan Hana terpaksa mundur.
"BRO… BRO JANGAN TRANSFORMASI DISINI GW BELUM BAYAR PAJAK!!!"
Damien akhirnya berdiri tegak.
> "Aku akan ambil Zura kembali.
Dan kubalas siapa pun yang menyentuhnya."
Tanah di bawahnya retak.
---
⚔️ ADEGAN 6 — Damien Melompat Ke Alam Es Pembunuh
Dengan bantuan Kael dan Suara Misterius yang membuka pintu dimensi kecil—
BRUUUM—!!
Damien menghilang.
Menuju alam es tempat Zura disekap.
---
