Cherreads

Chapter 91 - Chapter 91

---

❄🔥 CHAPTER 91 — "Darah Retak, Dewa Es Murka, dan Rahasia Kegelapan Zura." 🔥❄

Status (Permanen & Akurat):

Damien Valtreos — Spirit Manifest Realm 7

Lyanna Frostveil — Essence Flow Realm 4

Rex — Essence Flow Realm 1

Hana Veylin — Pulse Awakening Realm 10

Zura — Calamity Overlord Realm 5

Arcelian — Star Ascension Realm 2

Aurelius — Dewa Es

---

ADEGAN 1 — Setitik Darah Damien Jatuh ke Tanah

Damien masih berdiri, tapi tubuhnya hampir roboh.

Darah menetes dari dagunya…

TAP… TAP… TAP…

Lyanna melangkah mendekat dengan mata basah.

Lyanna: "Damien… tolong… jangan bicara hal yang menakutkan…"

Damien menghela napas.

Tatapannya dingin—lebih dingin daripada energi es Lyanna.

Damien: "Aku serius. Frostveil… akan aku hancurkan."

Arcelian: "Damien—kau tidak mengerti apa yang kau lawan!"

Zura mengangkat alis dengan santai, namun suaranya penuh ancaman:

Zura: "Dia mengerti. Itulah kenapa dia marah."

Aurelius menatap Damien dalam-dalam.

Tatapannya tajam namun samar-samar ada rasa hormat.

Aurelius: "Anak manusia… sumpahmu berbahaya. Tapi ingat satu hal…

Jika kau ingin melawan Frostveil…"

Udara membeku.

Aurelius: "…kau harus lebih kuat dari diriku."

Rex langsung pucat: "EEEEH?? Itu level ILANG-LOGIKA namanya!!"

---

ADEGAN 2 — 3 PEMIMPIN BAYANGAN MASIH HIDUP

BOOM—!!

Tiga aura hitam bangkit lagi dari puing-puing.

Arcelian: "Mereka belum mati…?"

Zura tersenyum tipis: "Tenang. Biar aku yang selesai."

Pemimpin bayangan yang sempat membeku retak—melepaskan es dari tubuhnya.

Pemimpin Bayangan: "Tiga dari kami sudah tumbang…

Tapi target utama masih hidup."

Ia menunjuk Lyanna.

Lyanna memeluk lengan Damien.

Pemimpin Bayangan: "Gadis itu… adalah kunci kebangkitan—"

Aurelius bergerak.

Sebuah langkah.

Hanya itu… tapi dunia retak.

CRAACK—!!!

Semua bayangan tersisa tertancap ke tanah seperti dipaku oleh gunung es.

Aurelius (dingin): "Kau berani menyentuh anakku…

di depan mataku?"

SUHU TURUN SAMPAI MINUS 200.

Bayangan-bayangan itu menggeliat kesakitan.

---

ADEGAN 3 — DAMIEN JATUH

Damien menggertakkan gigi.

Tubuhnya sudah menahan terlalu banyak luka.

Lyanna: "Damien!!"

Lyanna menangkap tubuhnya sebelum jatuh.

Damien tersenyum lemah.

Damien: "Aku masih hidup…

dan itu yang penting."

Zura mendekat sambil mengamati luka Damien.

Zura: "…Tubuhmu retak di tiga titik. Kamu seharusnya sudah pingsan."

Damien: "Aku tidak akan pingsan…

selama ancaman masih ada."

Zura terdiam sebentar.

Lalu ia berkata dengan sangat pelan:

Zura: "Kaulah orang paling keras kepala ya"

---

ADEGAN 4 — RAHASIA PRIMORDIAL DIBUKA SEDIKIT

Aurelius kembali setelah menghancurkan bayangan.

Ia memeriksa Lyanna, lalu memandang Damien.

Aurelius: "Aku berhutang padamu.

Kau menyelamatkan hidup Lyanna."

Damien tidak menjawab.

Ia hanya berdiri lagi perlahan… dan menatap jauh ke arah istana Frostveil.

Aurelius tahu tatapan itu.

Tatapan dendam.

Aurelius mendesah.

Aurelius: "Damien… kau harus tahu sesuatu."

Damien menoleh perlahan.

Aurelius: "Darah primordial Lyanna…

bukan hanya kuat.

Tapi… dicari oleh 12 organisasi dunia atas."

Rex: "DO—DUA BELAS???"

Zura menambahkan, suaranya muram:

Zura: "Karena darah itu… bisa membangunkan makhluk yang tidak seharusnya bangun lagi."

Damien: "…apa maksudmu?"

Zura menatap Damien, kali ini tak ada senyum.

Zura: "Jika kau ingin menyelamatkan Lyanna…

pada akhirnya…

kau harus menjadi lebih kuat daripada aku."

Hening.

Rex: "…itu… itu mustahil…"

Zura menatap Damien, suara penuh tantangan:

Zura: "Bisakah kau melakukannya?"

Damien menatap Zura.

Tidak ada gentar.

Damien: "Aku akan menyamakan kekuatanmu.

Dan setelah itu…

aku akan lewat."

Zura terdiam.

Matanya melebar sedikit—

sebuah emosi yang sangat jarang muncul.

Keterkejutan.

---

ADEGAN 5 — ARC BALAS DENDAM DIMULAI

Damien berdiri di tengah reruntuhan.

Angin malam menerpa wajahnya.

Ia berbicara pada dirinya sendiri.

Damien: "Ini bukan lagi tentang kehormatanku…

atau masa laluku."

Ia menggenggam tangan Lyanna.

Damien: "Mulai sekarang…

setiap orang yang menyentuhnya…

akan kubunuh tanpa ampun."

Lyanna menunduk, pipinya memerah namun matanya berkaca-kaca.

Lyanna: "Damien… jangan jadi gelap karena aku…"

Damien menyentuh kepalanya.

Damien: "Aku bukan menjadi gelap.

Aku hanya membuka mata."

Ia menoleh ke arah Frostveil.

Senyumnya dingin seperti iblis.

Damien: "Frostveil… kalian menunggu aku."

Kabut hitam tipis keluar dari tubuh Damien.

Aura breakthrough-nya belum stabil — tapi penuh potensi gelap.

Zura tersenyum kecil.

Zura: "Aku tidak sabar melihat versi gelapmu."

---

❄🔥 END CHAPTER 91 🔥❄

Highlight Chapter 91:

Damien menetapkan sumpah balas dendam secara resmi.

Aurelius membuka rahasia tentang darah primordial Lyanna.

Zura mengungkap: untuk menyelamatkan Lyanna, Damien harus menyamai kekuatan Zura → sesuai permintaanmu untuk chapter 110 nanti.

Organisasi Bayangan dihancurkan, tapi ancaman baru menunggu.

Damien resmi berada di jalur gelap & kuat.

---

More Chapters