Cherreads

Chapter 47 - Chapter 47

────────────────────────────

🌑🔥 CHAPTER 47 — "Gerbang Starfall Crest, 10.000 Mata Pengawas, & Bahaya yang Mulai Mencium Damien"

────────────────────────────

🌠 ADEGAN PEMBUKA — TEPI BARAT STARFALL CREST

Pagi baru saja lahir, dan kerajaan Starfall Crest akhirnya terlihat dari kejauhan.

Bentengnya tidak seperti kerajaan lain—

setiap menara dipenuhi ukiran bintang emas, dan seluruh dinding kota seperti menyerap cahaya matahari.

Rex menganga sangat lebar.

Rex:

"Bro… ini kota atau rumah dewa?!"

Hana meneguk ludah.

"Aku bahkan merasa diliatin 50 orang… dari JAUH."

Zura melirik mereka.

Zura:

"Salah. Bukan lima puluh."

Ia mengangkat jarinya.

"Sepuluh… ribu."

Rex dan Hana langsung pucat.

Damien melangkah pelan, ekspresinya jauh lebih tenang dari sebelumnya.

Angin pagi meniup rambut hitam-peraknya yang jatuh rapi.

Damien:

"Wajar. Ini kerajaan informasi.

Kita menginjak satu batu pun… mereka sudah tahu."

Nada suaranya lembut, kalem, tapi tetap menusuk.

────────────────────────────

🌑 ADEGAN 1 — REAKSI WARISAN PRIMORDIAL

Begitu makin dekat ke gerbang besar kota, cincin hitam Damien bergetar.

Zura langsung waspada.

"Warisan Anda merespon. Ada sesuatu di kota ini."

Damien berhenti sebentar, memandang gerbang tinggi yang dijaga prajurit berjubah hitam.

Damien (lirih):

"…Sepertinya jalan ini memang yang benar."

Ia tersenyum kecil.

Senyum tipis, bukan senyum sinis—lebih seperti senyum orang yang sudah siap menghadapi apapun.

Hana melihat Damien dari samping.

Hana:

"Kukira kau masih suka ngebentak semua orang… tapi sekarang aman banget auramu."

Damien menoleh.

"Aku tidak perlu dingin kalau tidak ada alasan."

Rex menepuk dada.

"YES! Damien versi kalem-ramah tapi tetap OP! Ini favoritku."

Damien mengangkat alis.

"Hm?"

Rex langsung terbatuk.

"Maksudku… kamu… uh. Keren."

────────────────────────────

🌟 ADEGAN 2 — GERBANG KERAJAAN STARFALL CREST

Gerbangnya sangat besar.

Dua penjaga dengan jubah hitam dan topeng metal berdiri seperti patung.

Salah satu penjaga maju.

Ia hanya menatap Damien.

Penjaga:

"Nama."

Damien menjawab singkat.

"Damien."

Suara penjaga mendadak berubah lembut, hampir seperti hormat.

Penjaga:

"Silakan masuk, Tuan Damien."

Rex terbelalak.

"LHO?! Kok langsung dihormatin?! Kita bukan siapa-siapa!"

Hana:

"Ini pasti karena aura Damien yang makin nyatu sama warisannya…"

Zura tersenyum kecil.

"Mereka mengenali garis keturunan Primordial. Tak banyak yang bisa berpura-pura."

Namun…

Saat Damien melangkah melewati gerbang—

SEMUA mata yang tersembunyi di bayang-bayang langsung menatapnya.

Ada 10.000 mata-mata.

Sensor mana.

Ahli sihir pengamat.

Pengendali bayangan.

Pejabat tinggi yang mengintip dari menara.

Starfall Crest benar-benar kerajaan paling berbahaya.

Damien tetap tenang.

Ia hanya menarik napas dan berkata kecil:

"Kalau kalian ingin mengawasiku… silakan.

Tapi jangan membuatku ingin membalas."

Rex berbisik:

"Bro… itu kalem nggak sih?"

Hana:

"Itu kalem. Damien kalau marah suaranya jauh lebih serem."

────────────────────────────

💥 ADEGAN 3 — REX & HANA MENAIK RANAH

Begitu masuk wilayah kota, udara berubah.

Energi bintang menyelimuti tubuh mereka.

Rex memegang dadanya.

"BROO—tubuhku panas banget!"

Hana juga merasakan hal sama.

Damien menoleh ringan.

"Jangan lawan. Biarkan mengalir."

BOOOM!!

Aura biru-merah Rex meledak.

Aura putih-emas Hana melingkar seperti spiral.

Keduanya naik secara bersamaan:

🔥 Rex → Pulse Awakening Realm tingkat 5

🔥 Hana → Pulse Awakening Realm tingkat 5

Rex teriak langsung.

Rex:

"BROOOO AKU OP SEKARANGG!!!"

Damien hanya menggeleng kecil sambil tersenyum tipis.

"Kau baru level lima. Tenang."

Hana ikut senyum.

"Aku merasa… lebih dekat dengan kalian sekarang."

Zura menambahkan:

"Ini efek energi kota. Starfall Crest meningkatkan potensi, tapi… jarang ada yang bisa menahan dorongannya."

Damien menoleh ke dua temannya.

"Bagus. Kalian berdua butuh itu."

Nada suaranya lembut… tapi menguatkan.

Seperti pemimpin yang karismatik.

────────────────────────────

🌘 ADEGAN 4 — PEMBURU GELAP MENGIKUTI DAMIEN

Di gedung tinggi di seberang jalan…

dua bayangan muncul.

Pemburu 1:

"Dia masuk ke Starfall Crest."

Pemburu 2:

"Tak disangka, aura Primordial-nya makin matang.

Jika kita melawannya sekarang, kita mati."

Pemburu 1:

"Fokus tetap pada gadis Frostveil.

Jangan sentuh Damien."

Mereka menghilang.

Namun dari atap lain…

ada mata keempat.

Entitas lain.

Bukan dari organisasi gelap.

???

"Warisan Primordial… akhirnya muncul lagi."

"Kerajaan akan tertarik… aku harus mengawasinya."

────────────────────────────

🌠 ADEGAN PENUTUP — DAMIEN MERASAKAN BAHAYA

Malam tiba.

Damien berdiri di balkon penginapan mereka, memandangi kota bintang.

Angin malam mengusap rambutnya.

Aura dingin-perak berputar lembut, bukan agresif.

Damien (tenang):

"Bahaya pertama… sudah mengikuti kita sejak gerbang."

Zura datang mendekat.

Zura:

"Master, apakah Anda ingin kami menghabisi mereka?"

Damien tersenyum tipis, kalem, tapi berwibawa.

Damien:

"Tidak perlu.

Biarkan mereka menonton."

"Mereka akan belajar bahwa aku… bukan mangsa."

Ia memejamkan mata.

Kilatan perak muncul sebentar.

Dan dari kejauhan—

sesuatu yang sangat besar… seperti kekuatan raksasa…

bangkit perlahan di dalam kerajaan.

Seolah kerajaan itu sendiri menahan napas menunggu Damien.

────────────────────────────

🔥 END OF CHAPTER 47

────────────────────────────

More Chapters