Cherreads

Chapter 45 - Chapter 45

────────────────────────────

🔥 CHAPTER 45 — "Zura: Overlord Calamity, Warisan Primordial, & Rahasia Dua Dunia"

────────────────────────────

🌑 ADEGAN PEMBUKA — ZURA MENGUNGKAPKAN RAHASIA DIRINYA

Damien menatap Zura yang berdiri diam, tubuhnya memancarkan aura campuran lima inti.

Angin di sekitar mereka seperti terbelah.

Rex mengangkat tangan gemetar.

"Bro… dia itu… boneka atau iblis kelas S?"

Hana menelan ludah.

"Tidak ada manusia bisa punya aura seperti itu…"

Damien mengarah pada Zura.

"Zura. Berapa ranahmu?"

Zura menoleh pelan, nada suaranya tenang namun menggema seperti dua suara sekaligus.

Zura:

"Ranahku adalah… Calamity Overlord Realm tingkat 5."

"Ranah tertinggi yang bisa ada di dunia ini, Aurelis Veil."

Rex: "APAAN?! BRO DAMIEN BIKIN JENDERAL NEGARA?!"

Hana menatap Damien seperti lihat monster baru.

"Damien… kau membuat makhluk yang bisa membunuh seluruh kerajaan sendirian…"

Zura hanya menunduk patuh.

"Master, aku akan menuruti semua perintahmu. Termasuk… membantai seluruh Klan Valtreos jika kau inginkan."

Damien diam.

Matanya dingin.

Damien:

"…ya. Suatu hari… itu akan terjadi."

Ketika ia mengatakan kata itu, cincin hitam di jarinya bergetar—pertanda Warisan Primordial di tubuhnya merespon niat pembantaian.

────────────────────────────

🌙 ADEGAN 1 — DEWA TERTINGGI MUNCUL: AWAL WARISAN PRIMORDIAL

Saat malam turun, Damien duduk sendirian di atas batu tinggi.

Rex tertidur.

Hana berjaga.

Zura tidak bergerak, seperti patung yang bernapas.

Tiba-tiba—

Cahaya perak turun dari langit, membentuk siluet lelaki berambut putih panjang, berwajah tenang bagai bulan.

Suara Misterius muncul dari belakang Damien, tapi kali ini… suaranya menjadi wujud.

Wujud yang lebih jelas dari sebelumnya.

Kael Arclight.

Dewa Bulan.

Ayah kandung Damien.

Kael:

"Damien… saatnya kau mendengar sedikit kebenaran."

Damien membuka mata perlahan.

"Akhirnya kau bicara langsung."

Kael tersenyum tipis.

"Aku tidak bisa berbicara terlalu lama… tapi kau harus tahu alasan kau dikirim ke dunia ini."

Cahaya bulan mengelilingi mereka.

Kael:

"Dunia tempatmu hidup sekarang bernama Aurelis Veil."

"Dan ini hanyalah dunia terendah dari banyak dunia lain."

Damien menegang.

"Jadi… ada dunia di atas?"

Kael mengangguk.

Kael:

"Ya. Satu tingkat di atas dunia ini ada Astryx Zenith World."

"Itu tempat para raja langit dilahirkan… tempat peperangan para dewa."

Damien mencengkeram pakaiannya.

"Kenapa aku… ada di sini? Dunia terendah?"

Kael menatapnya dalam-dalam.

Kael:

"Karena kau lahir dengan dua hal yang tidak boleh ada di dunia manapun."

"Darahku… dan warisan milik sahabatku—Dewa Tertinggi yang sekarang berada di tubuhmu."

Cahaya bulan di sekitar Damien bergetar keras, seperti berusaha meledak.

Kael lanjut:

"Kami mengunci sebagian kekuatanmu dan menjatuhkanmu ke dunia terendah…

…agar para dewa pemburu tidak menemukanmu."

"Karena jika mereka tahu kau masih hidup…"

Kael menyentuh dahi Damien pelan.

"…seluruh tujuh dunia akan dihancurkan demi memusnahkanmu."

Damien membeku.

Hana dan Rex tidak mendengar percakapan ini—waktu seakan berhenti di sekeliling mereka.

Kael:

"Kau sudah menerima sedikit Warisan Primordial di awal hidupmu—di Chapter 2."

"Itu baru 1% dari warisan yang lain."

Damien:

"Lalu… bagaimana aku membuka sisanya?"

Kael menghilang perlahan.

Kael:

"Kendalikan dendammu."

"Karena itu adalah kunci menuju warisan berikutnya."

"Dan saat tiba waktunya… aku akan menjelaskan segalanya."

Sebelum lenyap, Kael meninggalkan satu kalimat:

"Bersiaplah. Dunia ini akan runtuh ketika kau bangkit."

────────────────────────────

🔥 ADEGAN 2 — AWAKENING DAMIEN (WARISAN PRIMORDIAL MENYALA)

Cahaya bulan memudar.

Damien berdiri.

Mata kirinya berubah menjadi warna hitam-perak.

Aura Pulse Awakening Realm 3 meledak—

LALU NAIK.

Pulse Awakening Realm 4.

Bukan dari latihan.

Bukan dari inti.

Tapi dari Warisan Primordial yang merespon emosi Damien.

Zura menatap Damien.

"Master… kekuatan Anda mulai bangkit."

Damien mendesah pelan.

"Ini baru permulaan."

────────────────────────────

🌑 ADEGAN 3 — ORGANISASI MENEMUKAN JEJAK LYANNA

Di tempat lain, markas Organisasi Gelap.

Seorang mata-mata berlutut.

"Pemimpin… aku menemukan sesuatu."

"Lyanna Frostveil berada di wilayah timur. Sendirian."

Pemimpin organisasi terdiam, lalu tersenyum kejam.

"Siapkan enam pemburu."

"Jangan sentuh Damien."

"Bawa gadis itu hidup-hidup…"

Matanya merah menyala.

"…agar ayahnya keluar dari persembunyiannya."

────────────────────────────

🌑🔥 ADEGAN PENUTUP — AWAL BALAS DENDAM KLANNYA SENDIRI

Damien berjalan di depan Rex, Hana, dan Zura.

Hana: "Damien… tujuan kita selanjutnya apa?"

Damien berhenti.

Angin berhenti.

Bumi seperti ikut diam.

Damien:

"Ke utara."

"Ke tempat Klan Valtreos berada."

Rex kaget.

"Bro? Untuk apa…?"

Damien menatap dengan mata hitam-perak dingin.

Damien:

"Aku akan mulai balas dendamku."

"Klan yang membuangku… harus musnah."

Zura melangkah maju.

"Perintahkan aku, Master."

"Aku akan membuat mereka… menjerit."

────────────────────────────

END OF CHAPTER 45

────────────────────────────

More Chapters