Cherreads

Chapter 903 - Tahun-Tahun yang Hilang

Di bawah permukaan IC 1101, jauh dari cahaya bintang, terdapat sebuah ruang bawah tanah yang telah menjadi tempat perlindungan terakhir.

Tidak ada suara perang.

Tidak ada pasukan Bootes Void.

Tidak ada ledakan.

Hanya suara samar dari sistem tua yang masih bekerja di dinding-dinding reruntuhan.

Di tempat itulah Perseiron dan Putri Abell tinggal.

Hari demi hari berlalu.

Kemudian bulan demi bulan.

Lalu tahun.

Mereka bahkan tidak menyadari berapa lama waktu telah berjalan.

Di luar sana, ruang angkasa terus bergerak.

Galaksi-galaksi berubah.

Bintang-bintang berpindah.

Perang besar antara kekuatan Cosmic Void dan para penjaga Cosmic Web terus berlangsung jauh dari tempat mereka bersembunyi.

Namun di ruang bawah tanah itu...

waktu terasa berbeda.

Perseiron duduk diam di atas sebuah batu yang dijadikan tempat duduk.

Ia menatap ke depan tanpa berkata apa-apa.

Rambutnya telah sedikit berubah sejak pertama kali mereka memasuki tempat tersebut.

Di sampingnya, Abell bersandar pada bahunya.

Putri yang dahulu hidup di istana megah IC 1101 itu kini terbiasa dengan kesunyian.

Tidak ada lagi aula kerajaan.

Tidak ada pengawal.

Tidak ada mahkota yang harus dikenakan.

Hanya dirinya...

dan Perseiron.

"Perseiron..."

Suara Abell terdengar pelan.

"Hmm?"

"Menurutmu... sudah berapa lama kita di sini?"

Perseiron terdiam.

Ia mencoba mengingat.

Namun ingatan mereka tentang waktu mulai terasa kabur.

"Saya tidak tahu."

Abell tersenyum kecil.

"Aku juga."

Mereka kembali diam.

Entah mengapa, kehidupan sederhana itu membuat mereka hampir melupakan dunia di atas.

Mereka berbagi makanan.

Memperbaiki sistem tua.

Membersihkan ruangan.

Bercerita tentang masa lalu.

Kadang mereka hanya duduk bersama tanpa melakukan apa pun.

Perlahan...

invasi Bootes Void menjadi seperti mimpi lama.

Sesuatu yang pernah terjadi.

Sesuatu yang terasa sangat jauh.

Namun suatu hari...

Perseiron kembali teringat.

Ia duduk seperti biasa.

Abell masih bersandar di bahunya.

Tetapi kali ini tatapan Perseiron berubah.

"Bootes Void..."

Abell mengangkat kepalanya.

"Apa?"

"Sudah lama sekali."

Perseiron menatap pintu besar menuju permukaan.

"Menurut Putri... apakah mereka masih berada di atas?"

Abell terdiam.

Pertanyaan itu membuat suasana berubah.

Selama bertahun-tahun mereka tidak pernah membicarakannya secara serius.

Mereka terlalu takut.

Tetapi waktu telah berlalu begitu lama.

Perseiron berdiri.

"Mungkin kita harus melihat keadaan dunia atas."

Abell langsung terlihat cemas.

"Tidak."

Perseiron menoleh.

"Putri Abell..."

"Aku takut."

Suara Abell bergetar pelan.

"Kalau mereka masih di sana?"

Perseiron tidak menjawab.

"Bagaimana kalau pasukan Bootes Void masih mencari kita?"

Abell menggenggam pakaian Perseiron.

"Aku tidak ingin kembali ke sana."

Perseiron kemudian duduk kembali.

Ia memahami ketakutannya.

Selama bertahun-tahun, tempat ini telah menjadi satu-satunya tempat yang membuat mereka merasa aman.

"Baik."

Perseiron tidak memaksanya.

"Kita tidak perlu pergi sekarang."

Abell menatapnya.

"Tapi..."

Perseiron memandang pintu menuju permukaan.

"Sudah terlalu lama kita berada di sini."

Ia menarik napas.

"Saya hanya penasaran..."

Sejenak ia terdiam.

"...apa yang terjadi pada dunia atas."

Tidak satu pun dari mereka mengetahui kebenarannya.

Pasukan yang dahulu memburu Putri Abell mungkin sudah pergi.

Mungkin mereka masih ada.

Mungkin IC 1101 telah berubah menjadi sesuatu yang sama sekali tidak mereka kenali.

Bahkan mungkin...

perang yang dahulu mereka takuti sudah berakhir di tempat lain.

Tetapi mereka tidak memiliki cara untuk mengetahuinya.

Selama bertahun-tahun—

mereka tidak pernah membuka pintu itu.

Perseiron menatap langit-langit ruang bawah tanah.

"Kalau Bootes Void masih mengejar kita..."

Ia mengepalkan tangannya.

"...kita akan menghadapinya bersama."

Abell menatap Perseiron.

Kemudian ia kembali menyandarkan kepalanya di bahunya.

"Aku masih takut."

"Saya tahu."

"Tapi... aku tidak ingin kehilanganmu."

Perseiron terdiam sejenak.

"Kita sudah melewati terlalu banyak hal."

Ia menatap pintu tua di hadapan mereka.

"Kalau suatu hari kita keluar dari sini..."

Perseiron berhenti.

"...saya ingin melihat seperti apa dunia itu sekarang."

Abell tidak menjawab.

Namun untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun—

ia juga mulai memikirkan dunia di atas.

Dunia yang mungkin telah berubah tanpa mereka.

Dunia yang mungkin telah melupakan mereka.

More Chapters