Cherreads

Chapter 341 - Rantai Pikiran

Dimensi ruang.

Storm tersentak sadar. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dirinya lupa bahwa saat ini dia berhadapan dengan Tesseract.

Storm berucap santai.

"Berisik kau, Grivver introvert. Aku tahu itu... Tidak perlu mendengar perkataanmu."

Tesseeact melihat jika Storm berbicara sendiri.

Tidak salah lagi, dia berbicara dengan makhluk kosmik itu. Tesseract waspada. Dia takut jika makhluk kosmik itu keluar dan menyerang kearahnya.

Bukan karena dia takut. Hanya saja sedikit tenaganya terkuras menghadapi Storm.

Kalaupun makhluk kosmik itu keluar, lalu menyerangnya. Tesseract tidak bisa berbuat banyak.

Tujuannya gagal. Storm bukan lawan yang bisa dia anggap remeh.

"Melihat kemana kau, Alam Badai?"

TRANG!

Storm secara refleks menahan rantai raksasa yang hampir menerjangnya.

Storm takjub dengan kekuatan makluk mutlak. Bukan karena keren atau penampilannya mewah... Tapi kekuatannya yang mampu menyerang tanpa bergerak sama sekali.

Cukup dengan pikiran saja... Sudah mampu menghidupkan realitas.

"Rantaimu cukup kuat, apa nama rantainya?"

"Manusia memang lemah dan bodoh. Itu bukan rantai... Tapi pikiranku yang berusaha mengikatmu."

Storm mendecih.

"Sialan, lagi-lagi aku tertipu dengan serangannya."

"Bukan kau yang tertipu... Tapi ras terlemah di alam semesta memang hanya tahu membuat kehidupan menyedihkan"

"Berisik kau."

BOOM!

Storm melesat cepat, ingin meninju Tesseract menggunakan enam tangan Armor Ashura.

Hanya saja Storm kembali terpental... Bahkan sebelum sempat menyentuhnya.

"Percuma saja, kau terlalu dini menantangku."

Tesseract menggunakan rantai pikirannya untuk menghalau serangan.

Banyak rantai bergelombang, seperti tentakel raksasa yang mengitarinya.

Storm kembali melesat, lalu berhenti diatas angkasa.

"Mengalahkan makhluk sepertimu, tidak semudah yang kukira. Tapi aku tidak akan menyerah, namamu akan lenyap dari semesta ini."

Ucap Storm lantang... Memberi peringatan keras kepada Tesseract.

"Aku bahkan belum bergerak sama sekali. Kau sudah menghabiskan banyak teknik rendahanmu... Hanya untuk berusaha menyentuhku."

"Aku tidak bisa terluka hanya dengan kekuatan biasa."

Ucapan Tesseract menggema didalam dimensi itu.

More Chapters